Breaking News:

Virus Corona

Vaksin Covid-19 Oxford Disebut Lebih Cocok bagi Dunia Dibandingkan Pfizer dan Moderna, Ini Alasannya

Vaksin Covid-19 Oxford AstraZeneca disebut lebih cocok bagi dunia dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna. Ini alasannya

AFP
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 Oxford AstraZeneca disebut lebih cocok bagi dunia dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna. Ini alasannya 

Sedangkan vaksin Moderna harus disimpan pada suhu -20 derajat Celcius, atau pada suhu lemari es selama 30 hari dan vaksin Pfizer yang dikembangkan bersama BioNTech harus disimpan pada suhu -75 derajat Celcius, serta harus didinginkan selama 5 hari sekali pada suhu yang lebih tinggi.

"Pfizer dan Moderna memerlukan penyimpanan freezer, dan itu tidak selalu tersedia di banyak tempat," kata Ghani.

Ghani menambahkan cold chain refrigeration adalah penyimpanan standar yang digunakan secara global untuk mengirimkan vaksin dari lokasi pusat ke klinik kesehatan lokal.

"Sejauh ini, vaksin Oxford AstraZeneca satu-satunya yang pasti dapat dikirimkan ke sistem itu," imbuh Ghani.

Pengembangan vaksin didasarkan pada teknologi yang berbeda.

Oxford University dan AstraZeneca menawarkan vaksin yang dikembangkan dengan menggunakan adenovirus yang membawa fragmen genetik Virus Corona ke dalam tubuh.

Teknologi ini juga digunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Johnson & Johnson dan Sputnik V Rusia.

Sementara vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna dan Pfizer menggunakan potongan materi genetik yang disebut messenger RNA (mRNA) untuk mendorong tubuh membuat potongan sintetis dari Virus Corona dan merangsang respons kekebalan tubuh.

"Ini adalah teknologi yang relatif baru dan sedikit yang diketahui tentang stabilitas mRNA dari waktu ke waktu," jelas Penny Ward, ketua Education and Standards Committee of the UK's Faculty of Pharmaceutical Medicine.

Saat ini, kata Ward, Moderna dan Pfizer sedang membangun kapasitas produksi dan mungkin mereka dapat menemukan metode penyimpanan vaksin pada suhu yang lebih tinggi.

Akan tetapi, vaksin Oxford berpotensi dapat lebih mudah dikirim ke seluruh dunia menggunakan rantai pasokan yang ada.

Kendati demikian, ini hanya akan bermanfaat jika tingkat kemanjuran vaksin tetap dapat dipertahankan selama distribusi ke negara berkembang.

Baca juga: Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19, BPOM: Dalam Sebulan, Dilihat dari Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Modifikasi dosis vaksin Oxford AstraZeneca

Dalam percobaan uji vaksin Covid-19 yang dikembangkan Oxford dan AstraZeneca menunjukkan bahwa satu rejimen dosis menunjukkan efikasi 62 persen, sementara yang lainnya mencapai 90 persen, sehingga rata-rata kemanjuran vaksin hanya 70 persen.

Kendati ini adalah hasil yang bagus dan sebanding dengan efikasi vaksin flu, tetapi tidak setinggi efikasi pada vaksin Pfizer yang mencapai 95 persen dan 94,5 persen pada Moderna.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Tags:
Vaksin PfizerVaksinModernaOxford AstraZenecaCovid-19Virus Corona
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved