Terkini Nasional
Temukan Tindak Pidana di Acara Nikah Anak Habib Rizieq, Polisi Naikan Status Jadi Penyidikan
Polda Metro Jaya baru saja menggelar konferensi pers terkait kasus pelanggaran kesehatan dalam acara pernikahan anak dari Pimpinan FPI, Habib Rizieq.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Dokter Tirta merasa bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta perlu dihentikan.
Ia menilai, kebijakan itu sudah tidak efektif lantaran terus dilanggar.
Dokter Tirta mengatakan, kerumunan pada acara pernikahan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sangat tersorot juga karena faktor Jakarta masih melaksanakan PSBB transisi.
"Tiba-tiba kenapa di Jakarta kesorot karena Pak Anies menggunakan PSBB transisi."
"Di setiap daerah sekarang yang hanya memperpanjang PSBB transisi itu hanya Pak Anies," ujar dokter Tirta.
Apalagi Anies selama ini dikenal tegas paling bagus dalam mencegah penyebaran Covid-19 dibanding kepala daerah lain.
"Jadi otomatis Jakarta kesorot karena Pak Anies selalu mengemukakan testnya 3T (test, tracing, treatmen) nya Jakarta itu di atasnya WHO, kesembuhannya bagus," katanya.
Lalu ia mengungkit soal kerumunan penjemputan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta.
"Tiba-tiba datanglah yang di bandara itu Banten, pada waktu itu alasannya Satgas tidak menduga."
"Terus panitia tak menduga, ya sudahlah khilaf," singgungnya.
Lalu ia menyinggung acara Rizieq yang dengan jelas melanggar protokol kesehatan lantaran kerumunan terjadi karena adanya undangan sang pimpinan FPI.
"Datang lagi yang Maulid, Pak Habib Rizieq jelas mengundang, Pak Habib Rizieq di video," kata dokter Tirta.

Baca juga: Bandingkan Sikap Beda ke Habib Rizieq dengan Liga 1, Dokter Tirta Minta Istana dan Pemprov DKI Jawab
Sehingga, dokter sekaligus influencer ini merasa PSBB mulai tak berguna.
"Yang akhirnya menjadi pertanyaan di masyarakat, sampeyan itu PSBB."