Breaking News:

Terkini Daerah

Setelah Keluarga Cekcok hingga Terjadi Penembakan, Pasangan Sesama Jenis di OKI Langsung Kabur

Peristiwa penembakan yang dilakukan Tivi (40 tahun) hingga menyebabkan nyawa Kodir melayang terjadi di Masjid Nurul Iman.

Editor: Mohamad Yoenus
Warta Kota/Istimewa
ILUSTRASI Penembakan. Peristiwa penembakan yang dilakukan Tivi (40 tahun) hingga menyebabkan nyawa Kodir melayang terjadi di Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

"Makanya sekarang ini kondisi disini masih belum kondusif, saya berharap polisi terjun untuk mengamankan selama 2 hari kedepan," tutupnya.

Cekcok Keluarga

Insiden penembakan hingga menyebabkan nyawa seorang warga sipil melayang terjadi di Masjid Nurul Iman Dusun II Desa Sungai Ceper, kecamatan Sungai Menang kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Tindak pidana penembakan tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan antar keluarga pelaku dan korban. Persoalan ini semula sedang dimusyawahkan bersama perangkat desa guna menyelesaikan permasalahan.

Namun karena peristiwa penembakan tersebut diluar kendali, nyawa korban Kodir (43) melayang, sehingga kini permasalahan tersebut ditangani oleh kepolisian sektor Sungai Menang.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasubag Humas Polres OKI, AKP Iryansyah mengungkapkan peristiwa penembakan di depan masjid tersebut disaksikan kedua keluarga yang berseteru dan perangkat pemerintah Desa Sungai Ceper.

Baca juga: Setelah Begal dan Tembak Joko hingga Tewas, Pelaku Malah Lanjut Rampas Harta IRT di Desa Lain

"Terjadi pada Senin (23/11) kemarin sekitar pukul 11.30 WIB. Antara pelaku Tivi (40) dan korban ini tinggal di desa yang sama yaitu desa Sungai Ceper, kecamatan Sungai Menang kabupaten OKI," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2020).

Dilanjutkannya, alasan mengapa insiden penembakan terjadi di sebuah tempat ibadah yakni karena perangkat desa setempat bermaksud menyelesaikan perselisihan antara keluarga pelaku dan korban, dan dipilihlah Masjid Nurul Iman sebagai tempat musyawarah.

"Kepala Desa Sungai Ceper yang bernama Kaharno bersama beberapa perangkat desa ingin menyelesaikan permasalahan antara keluarga Tivi dan Kodir,"

"Usut punya usut, dua keluarga yang berselisih ini diawali karena anak korban yang bernama Shinta dan anak pelaku yang bernama Iin ini berpacaran namun karena sesama perempuan maka hubungan mereka masuk kategori LGBT," jelasnya.

Diungkapkannya, antara pelaku dan korban ini juga sempat ribut dikarenakan ulah anak-anak mereka.

"Terungkapnya status pacaran kedua anak tersebut yakni kala itu saudari Shinta cemburu kepada saudari Iin, hingga memukul saudara iin menggunakan tas berulang-ulang kali dan mengakibatkan tangan Iin lebam-lebam dan membiru."

Baca juga: Satu Pelaku Begal Bercelurit di Penjaringan Ditembak Polisi, sempat Melawan dan Coba Melarikan Diri

"Karena tidak terima, maka Iin melakukan visum. Setelah dilakukan visum, Iin dan keluarganya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Desa Sungai Ceper," tuturnya.

Kemudian saat proses musyawarah antara kedua keluarga tersebut akan dilaksanakan, pelaku Tivi tidak terima karena keluarga korban yang menghadiri musyawarah saat itu hanya 3 orang.

"Pelaku lantas keluar dari Masjid dan sempat pulang ke rumah sesaat. Pelaku kembali lagi ke Masjid sambil memaki keluarga korban 'Kamok dak ngehargai keluarge kamek namenye sangkan datang cuma dikit' begitu teriaknya," katanya dan pelaku langsung menembak korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved