Breaking News:

KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Arief Poyuono: Tamat Sudah Cita-cita Prabowo Subianto Jadi Presiden

Mantan Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Poyuono ikut bersuara menanggapi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikananan (KKP), Edhy Prabowo.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Mantan Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Poyuono. Dirinya menyebut penangakapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo akan berpengaruh terhadap Gerindra dan Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Poyuono ikut bersuara menanggapi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikananan (KKP), Edhy Prabowo.

Edhy Prabowo sebelumnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari terkait kasus ekspor benur atau benih lobster.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Arief Poyuono menilai kasus Edhy Prabowo secara langsung akan mempengaruhi citra dari Prabowo Subianto.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2019-2024 Edhy Prabowo.
Menteri Kelautan dan Perikanan 2019-2024 Edhy Prabowo. (Dok. KKP)

Baca juga: Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi: Saya Percaya KPK Bekerja Transparan dan Profesional

Baca juga: Ini Pertaruhan KPK saat Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo: Tidak Sembarangan Setingkat Menteri

Karena sebagaimana diketahui, Edhy Prabowo merupakan kader dari partai Gerindra yang dibawahi Prabowo Subianto.

Selain itu, Edhy Prabowo juga merupakan orang kepercayaan dari Prabowo Subianto itu sendiri.

Arief Poyuono lalu menghubungkan dengan harapan dan keinginan Prabowo Subianto untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia, terdekat adalah pada Pilpres 2024 mendatang.

Meski dari pihak Prabowo dan Gerindra sejauh ini belum menyatakan untuk maju di Pilpres 2024, Arief Poyuono menyebut setidaknya akan sedikit banyak mencoreng elektabilitas keduanya.

"Dengan ditangkapnya Edhy Prabowo, tamat sudah cita-cita Prabowo Subianto jadi presiden Indonesia serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra," kata Arief di Jakarta dikutip dari Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK itu tentu menjadi tamparan bagi Prabowo Subianto dan juga Partai Gerindra.

Terlebih di satu sisi, Prabowo Subianto sendiri beberapa kesempatan terakhir selalu menggembor-gemborkan soal tingginya tingkat korupsi di Tanah Air.

Dan rupanya malah semakin diperparah oleh kadernya sendiri, yakni Edhy Prabowo.

Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ekspor Benur Pernah Dipuji Fahri Hamzah namun Dikritik Susi Pudjiastuti

Baca juga: Menyusul Penangkapan Edhy Prabowo, Mahfud MD Ungkit Percakapan dengan Ketua KPK: Saya akan Back Up

"Ini pelajaran besar sekaligus tabokan besar bagi Prabowo sebagai bos besarnya Edhy Prabowo," kata Arief.

"Ternyata mulut yang sudah berbusa-busa mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat, ternyata justru Edhy Prabowo anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri yang justru menjadi menteri pertama di era jokowi yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK," ucapnya.

Lebih lanjut, Arief Puyuono juga menyoroti sikap dari Prabowo selaku atasannya di partai yang terlihat membiarkan Edhy Prabowo dengan kebijakan ekspor lobster yang sempat menuai polemik.

"Contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga, tetapi Prabowo justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa," pungkasnya.

Halaman
12
Tags:
Edhy PrabowoKPKArief PoyuonoPrabowo SubiantoBenih Lobster
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved