Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat 2020

Gara-gara Sikap Donald Trump, Joe Biden Terkendala Susun Rencana Tangani Pandemi Covid-19

Joe Biden mengatakan bahwa penolakan Donald Trump terhadap hasil pilpres AS mempengaruhi dalam merancang rencana untuk mengatasi Virus Corona.

AFP/MORRY GASH and JIM WATSON
Donald Trump dan Joe Biden. Joe Biden mengatakan bahwa penolakan Donald Trump terhadap hasil pilpres AS mempengaruhi dalam merancang rencana untuk mengatasi Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Joe Biden mengatakan bahwa penolakan Donald Trump terhadap hasil pemilihan presiden Amerika 2020, telah mempengaruhi ia sebagai presiden terpilih untuk merancang respons terhadap masalah pandemi Virus Corona.

Pemerintahan Trump telah menolak untuk mengakui Biden sebagai pemenang, memblokir tim transisi Biden dari pendanaan, ruang kantor, serta akses untuk menerima pengarahan rahasia sebagai presiden terpilih.

Administrasi Layanan Umum (GSA) yang masih dikendalikan Trump menolak untuk memberikan tim Biden akses ke agen federal utama, sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk membuat rencana dalam menanggapi masalah pandemi Virus Corona, terutama seputar distribusi vaksin.

Baca juga: Joe Biden Menegur Trump karena Kurangnya Kerjasama dalam Vaksin Covid-19 di Masa Transisi Presiden

Melansir The Guardian pada Kamis (19/11/2020), Biden mengatakan penolakan dari GSA tersebut membuat tim transisinya tidak memiliki "semua informasi yang kami butuhkan dari semua lembaga."

Sebagai hasilnya, "kami tidak dapat menangani semua masalah mulai dari pengujian, panduan, semua masalah penting terkait distribusi vaksin Virus Corona."

Biden telah meluncurkan kelompok kerjanya sendiri yang berfokus pada menyusun rencana yang dapat ditindaklanjuti untuk mengendalikan pandemi Virus Corona.

Baca juga: Tuntutan soal Pilpres AS 2020 Donald Trump Ditolak Hakim dari Georgia, Pennsylvania, dan Arizona

Namun, dia dan para pembantunya mengatakan kurangnya akses ke perencanaan saat ini di pemerintah federal akan membuat responsnya jauh dari optimal ketika Biden mulai menjabat pada Januari.

Sementara ini, Biden mengatakan berjanji tidak akan mengejar kebijakan lockdown nasional setelah pelantikannya pada Januari, meskipun ada lonjakan kasus Virus Corona baru-baru ini.

Lebih dari 250.000 orang di AS telah meninggal setelah akibat Virus Corona dan jutaan orang telah terinfeksi. Jumlahnya jauh lebih banyak daripada di negara lainnya.

"Tidak ada lockdown nasional," kata presiden terpilih itu kepada wartawan yang dilansir dari The Guardian pada Kamis (19/11/2020).

“Saya tidak akan menghentikan perekonomian. Saya akan mematikan virus," jelasnya.

Biden mengatakan dia telah membahas kemungkinan mandat penggunaan masker secara nasional dengan gubernur negara bagian selama panggilan telpon pada Kamis, karena kasus Covid-19 dan tingkat kematian meningkat di seluruh Amerika Serikat.

Baca juga: Donald Trump Lakukan Gugatan Hukum Hasil Pilpres AS, Joe Biden Bertemu dengan Gubernur Negara Bagian

Biden mengatakan bahwa menggunakan masker itu "bukan pernyataan politik, itu adalah tugas patriotik".

Hal itu ditegaskan selama sambutannya setelah panggilan telepon dengan gubernur negara bagian Republik dan Demokrat.

Kemudian pada hari yang sama di tempat berbeda, Dr Anthony Fauci, salah satu ahli epidemiologi terkemuka negara itu, berbicara selama pengarahan gugus tugas Virus Corona Gedung Putih untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Virus CoronaJoe BidenDonald TrumpAmerika SerikatPilpres ASCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved