Breaking News:

Terikini Nasional

Minta Mahfud MD Hati-hati, FPI: Kegagalan Pemerintah Mengurusi Covid-19 Bukan karena Petamburan

Ketua DPP FPI, Awit Mashuri buka suara menanggapi pernyataan dari Menko Polhukam Mahfud MD terkait kerumunan di acara Habib Rizieq.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne
Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), Awit Mashuri buka suara menanggapi pernyataan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD soal kerumunan dalam acara Habib Rizieq. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI), Awit Mashuri buka suara menanggapi pernyataan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Dilansir TribunWow.com, Awit Mashuri tidak terima ketika acara yang digelar oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) disebut sebagai pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Senin (16/11/2020).

Kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq disambut meriah para pendukungnya, Selasa (10/11/2020).
Kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq disambut meriah para pendukungnya, Selasa (10/11/2020). (AFP via TheAustralian.com)

Baca juga: Anies Baswedan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kerumunan Simpatisan Habib Rizieq Shihab

Baca juga: Habib Idrus Doakan Jokowi dan Megawati Berumur Pendek, Ahmad Sahroni: Ceramahlah yang Menyejukan

Dalam kesempatan itu, Awit Mashuri mulanya mengungkapkan bahwa acara peringatakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pesta pernikahan putri Habib Rizieq sudah mengikuti protokol kesehatan, Sabtu (14/11/2020).

Meski diakui dalam penerapannya terdapat yang tidak mengikuti.

Alasannya karena tamu yang hadir begitu banyak dan di luar kendali.

"Sudah laskar FPI itu sudah menasehati, menegur, bahkan dari panggung itu MC selalu berbicara mengingatkan untuk mematuhi protokol," ujar Awit Mashuri.

"Jadi kita pada intinya ingin mengikuti alur protokol kesehatan yang telah diterapkan," jelasnya.

Meski begitu, Awit Mashuri tidak sependapat dengan pernyataan dari Mahfud MD yang menganggap acara Habib Rizieq menggugurkan kampanye protokol kesehatan yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama delapan bulan terakhir.

Alasannya karena ia menyakini bahwa kerumunan massa tidak hanya terjadi di dalam acara yang diikuti Habib Rizieq, melainkan juga kemungkinan di beberapa daerah lainnya.

"Jadi kalau misalnya ada naik dalam satu minggu ini, kan kerumunan massa bukan hanya di Petamburan saja, mungkin di tempat-tempat lain yang tidak terjangkau, tidak terlihat," ungkapnya.

"Jadi jangan dilemparkan ke Petamburan, apa mentang-mentang ini FPI, mentang-mentang ini Habib Rizieq," imbuhnya.

Baca juga: Makin Panas, Nikita Mirzani Berang Disebut Ustaz Maaher dengan Sebutan Hewan: Habib Cuma Sebuah Nama

Lebih lanjut, Awit Mashuri meminta kepada Mahfud MD untuk berhati-hati.

Menurutnya, naiknya kasus Covid-19 disebabkan karena kegagalan dari pemerintah.

"Jadi Pak Mahfud MD perlu hati-hati, 'delapan bulan kerja keras pemerintah', itu kan begitu kalimatnya, bahwa dengan acara di Petamburan itu kemudian seolah-olah ini menggugurkan delapan bulan," katanya menirukan ucapan Mahfud MD.

"Kegagalan mengurusi Covid-19 ini bukan Petamburan, ini pemerintah yang gagal mengurus yang dari awal diminta oleh Habib Rizieq sendiri untuk lockdown," jelasnya.

Simak videonya mulai menit ke- 6.00

Muhammadiyah Soroti Kerumunan Massa Habib Rizieq Shihab

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti memberikan sorotan terhadap kerumunan yang dilakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI).

Dilansir TribunWow.com, kerumunan massa FPI tak terbendung menyusul kepulangan dari Imam Besar FPI, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq ke Indonesia.

Mulai dari penyambutan di bandara hingga acara-acara yang digelar oleh Habib Rizieq, termasuk yang baru adalah melangsungkan acara pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. Tribunnews/Jeprima
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: Massa FPI Sambut Meriah Habib Rizieq, Sikap Jokowi Jadi Sorotan Media Asing: Akan Sangat Hati-hati

Baca juga: Timbulkan Massa, Habib Rizieq sampai Disorot Media Asing, Berjudul: Mantan Buron Kasus Pornografi

Bahkan dalam acara pernikahan tersebut, puluhan ribu orang hadir.

Dengan adanya kerumunan tersebut, tentunya menggugurkan kampanye protokol kesehatan yang sudah digalakkan oleh pemerintah bersama masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Abdul Mu'ti meminta kesadaran semua pihak bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Sehingga dikatakannya masih ada risiko penularan Covid-19.

"Saya kira sudah sangat banyak diekspos media, bagaimana kerumunan massa itu begitu besar dan sama sekali tidak mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," ujar Abdul Mu'ti, dalam acara Kompas Petang, Jumat (13/11/2020).

"Tentu saja kita memahami dan membangun sebuah kesadaran bersama bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir," jelasnya.

"Tanggung jawab untuk mengatasi Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita bersama."

Di satu sisi, Abdul Mu'ti juga meminta kepada pemerintah melalui aparat keamanan bisa tegas dalam mengingatkan dan menertibkan protokol kesehatan kepada massa Habib Rizieq.

Dan menurutnya, perlu juga ada penindakan tegas kepada yang masih melanggar.

Baca juga: Habib Rizieq Undang 10 Ribu Tamu Nikah, Lurah Petamburan Ingatkan soal Covid-19, Siapkan Ambulans

"Selama ini pemerintah daerah sebagai penanggung jawab lapangan sudah cukup tegas dan masyarakat sudah mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah itu," ungkap Abdul Mukti.

"Ini ada begitu kasat mata dan jelas sekali tidak mematuhi ketentuan 3M, sepertinya tidak ada yang melakukan tindakan dan penegakan aturan sebagai mana mestinya," tegasnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pernyataannya bukan sebagai bentuk tidak suka kepada aktivitas pribadi atau keagamaan yang dilakukan Habib Rizieq bersama pengikutnya.

"Ini bukan persoalan suka tidak suka, dan bukan persoalan yang berkaitan dengan misalnya membatasi kegiatan keagamaan, tapi ini soal keselamatan bangsa."

"Ini soal bagaimana kita menjadikan semua kawasan kita ini aman dari potensi penularan Covid-19," terangnya menutup.

Simak videonya mulai menit ke- 3.00:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Mahfud MDFPIFront Pembela Islam (FPI)Habib RizieqRizieq ShihabCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved