Terkini Daerah
4 Fakta Begal Pesepeda di Jakarta: Beraksi saat Pagi Hari hingga Korban Terbaru Seorang Kolonel TNI
Polda Metro Jaya telah menangkap 22 begal pesepeda yang kerap beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Aksi kejahatan begal masih menjadi teror bagi pesepeda di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya walaupun sejumlah kasus sudah berhasil diungkap polisi dan pelakunya telah ditangkap.
Diberitakan Kompas.com, Polda Metro Jaya telah menangkap 22 begal pesepeda yang kerap beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sebanyak 22 begal pesepeda itu ditangkap dari hasil penyelidikan 13 laporan korban yang masuk ke kepolisian.
Dari penangkapan pelaku, polisi menyita sebanyak 71 ponsel yang diduga hasil curian.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Kebakaran Rumah Dinkes di Intan Jaya, 8 Prajurit TNI Jadi Tersangka
Baca juga: Sepeda Milik Ayahnya Dicuri, Tantri Kotak: Bukan Nominalnya, tapi Sejarahnya
Namun, kasus serupa kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang kolonel TNI Angkatan Udara saat bersepeda di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (14/11/2020) lalu.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto menyebutkan, perwira TNI AU yang menjadi korban pembegalan saat bersepeda pada Sabtu pagi itu adalah Kolonel Ridwan Gultom.
"Betul, dijambret dia sama dua orang di daerah Bintaro sana. Deket RSPI, deket rumah sakit situ malah," jelas Fajar ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/11/2020).
Kronologi Pembegalan
Saat kejadian, Kolonel Ridwan Gultom bersama keluarga sedang bersepeda di Jalan Boulevard Bintaro, Tangerang Selatan.
Kawasan tersebut memang menjadi salah satu lokasi yang banyak dipilih oleh masyarakat untuk berolahraga dan ramai dilintasi para pesepeda.
"Jadi Pak Ridwan Gultom itu hari Sabtu bersepeda sama keluarganya di kawasan Bintaro. Tapi beliau memisahkan diri karena sepedanya kan cepat," ujar Fajar kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).
Kolonel Ridwan Gultom akhirnya melaju sendirian di Jalan Raya Boulevard Bintaro dan berpisah dari rombonganya.
Saat berada di dekat sebuah rumah sakit swasta, terdapat dua orang berboncengan sepeda motor yang mendekat dan berupaya merampas barang bawaan korban.
"Dia cepat, sehingga hanya bersepeda sendiri. Meskipun jalannya ramai, banyak juga yang bersepeda waktu itu," kata Fajar.
"Kemudian di depan Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, tahu-tahu ada yang menyambar gitu naik sepeda motor dua orang," ujar dia.