Terkini Nasional
Muhammadiyah Sayangkan Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab: Ini Bukan Masalah Suka atau Tak Suka
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyayangkan soal pelanggaran yang terjadi di kerumunan jamaah Front Pembela Islam (FPI).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Pihak Muhammadiyah melalui Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyayangkan soal pelanggaran yang terjadi di kerumunan jamaah Front Pembela Islam (FPI).
Diketahui, kerumunan jamaah terjadi di sejumlah acara FPI, mulai dari penjemputan Pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab hingga acara pernikahan anaknya pada Sabtu (14/11/2020).
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Sabtu, Abdul menyebut pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan sudah jelas terjadi.

Baca juga: Habib Rizieq Undang 10 Ribu Tamu Nikah, Lurah Petamburan Ingatkan soal Covid-19, Siapkan Ambulans
"Saya kira sudah sangat banyak diekspose oleh media bagaimana kerumunan massa begitu besar dan sama sekali tidak mengikuti protokol kesehatan," ujar Abdul.
Padahal pandemi Covid-19 masih nyata terjadi.
Sedangkan masalah ini merupakan tanggung jawab bersama.
"Tentu saja kita memahami dan membangun kesadaran bersama bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir," kata Abdul.
"Dan tanggung jawab masalah pandemi Covid-19 ini tanggung jawab kita bersama-sama," imbuhnya.
Lalu, ia mengungkit pemerintah daerah yang sebelumnya sudah bertindak tegas.
Begitu pula dengan masyarakat yang sudah mulai sadar akan protokol kesehatan.
"Selama ini pemerintah daerah selaku penanggung jawab lapangan sudah cukup tegas dan masyarakat sudah mematuhi apa yang diminta."
"Sampai mereka di pasar-pasar diminta untuk tertib mengenakan masker dan sebagainya," ujarnya.
Sehingga Abdul merasa kecewa dengan kegiatan-kegiatan FPI yang kini jelas-jelas tak menaati aturan.
"Nah ini sudah begitu kasat mata dan sudah jelas sekali tidak mematuhi ketentuan, tindakan itu."
"Tapi sepertinya tidak ada yang melakukan tindakan dan penegakan sebagaimana yang disetujui," ujar Abdul.