Breaking News:

Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer Diklaim Cegah Covid-19 sampai 90 Persen, Bagaimana Vaksin yang Dipesan Indonesia?

Vaksin Pfizer dan BioNTech diklaim dapat mencegah infeksi Covid-19 hingga 90%.

Tayang:
Editor: Atri Wahyu Mukti
AFP
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Pembuat obat Pfizer mengumumkan bahwa vaksin yang diproduksinya besama produsen obat BioNTech sangat efektif menangkal Covid-19 pada Senin (9/11/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Vaksin Pfizer dan BioNTech diklaim dapat mencegah infeksi Covid-19 hingga 90%.

Vaksin tersebut kini masih tahap diuji klinis oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat dan Jerman.

Walau belum diuji secara independen, temuan itu dianggap lebih maju ketimbang pengembangan vaksin lain di seluruh dunia, termasuk yang sedang digelar Indonesia.

Inovasi Pfizer dan BioNTech masih harus dikaji oleh kelompok pakar independen dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Ingatkan Masyarakat Tak Tolak Vaksin Covid-19, Guru Besar Unpad: Pasti Aman, Bermutu, dan Berkhasiat

Di Indonesia, belum ada temuan seberapa ampuh vaksin Sinovac yang dipesan dari perusahaan asal China. Uji klinisnya baru akan selesai April 2021.

Adapun vaksin Merah Putih yang dikembangkan enam lembaga sains lokal masih di skala laboratorium.

Lantas apa makna capaian Pfizer-BioNTech bagi kebijakan pengadaan vaksin Covid-19 oleh pemerintah Indonesia?

Hasil inovasi vaksin untuk mengatasi Covid-19 kini diperebutkan oleh berbagai negara, kata virolog sekaligus analis kebijakan publik, Sidrotun Naim.

Karena sejak awal tidak bekerja sama dengan Pfizer, dia menyebut Indonesia berpeluang kecil membeli vaksin yang tingkat efikasi atau khasiatnya mencegah Covid-19 diklaim mencapai 90% itu.

Sidrotun menilai, pemerintah mesti tetap berfokus pada uji klinis vaksin Sinovac dan pengembangan vaksin Merah Putih.

"Pfizer tahun ini hanya bisa produksi 50 juta dosis vaksin atau untuk 25 juta orang. Artinya kita tidak akan kebagian. Kalau kita tiba-tiba mau buat perjanjian dengan Pfizer, harganya pun pasti berbeda," kata Sidrotun via telepon, Selasa (10/11).

"Kapasitas produksi Pfizer tahun 2021 diklaim bisa 1,3 miliar dosis, artinya untuk 650 juta orang. Inggris sudah pesan 30 juta dosis dan seluruh dunia rebutan.

"Uji klinis Sinovac kalau mendesak dan perlu emergency use authorization bisa dipercepat, tergantung BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kalau aman dan efikasi tinggi, bisa segera diproduksi Bio Farma," ujarnya.

Baca juga: Disebut Tonggak Sejarah, Vaksin Pfizer Efektif Cegah Covid-19 hingga 90 Persen, Diuji di 6 Negara

Seberapa Ampuh Vaksin yang Dipesan Indonesia?

Indonesia memiliki komitmen pembelian vaksin jadi dari tiga produsen asal China, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Tags:
Vaksin PfizerCovid-19Virus CoronaWHOIndonesia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved