Pilpres Amerika Serikat 2020
Daftar Janji Joe Biden bagi Kaum Muslim Jadi Presiden Baru AS: Akan Soroti Muslim Uyghur di China
Joe Biden sempat mengungkapkan sejumlah janji bagi kaum Muslim di AS jika terpilih menjadi presiden 2020-2024, apa saja?
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Joe Biden dari Partai Demokrat keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) pada 2020.
Joe Biden berhasil mengalahkan Donald Trump dengan 290 suara elektoral.
Dalam kampanyenya, Joe Biden sempat mengungngkapkan sejumlah janjinya bagi kaum Muslim di AS.

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Enggan Akui Kemenangan Joe Biden Atas Trump di Pilpres, Beri Pernyataan Ambigu
Dikutip TribunWow.com dari Al Jazeera pada Rabu (11/11/2020), pada hari pertama masa kepresidenennya, Biden berjanji akan mencabut larangan masuk bagi tujuh negara mayoritas Muslim.
Tujuh negara itu adalah Iran, Irak, Suriah, Libya, Sudan, Somalia dan Yaman.
Diketahui kebijakan itu mulai diterapkan oleh petahana Donald Trump.
Kebijakan tersebut mendapat banyak kritikan tajam hingga banyak gugatan yang dikirim ke Mahkamah Agung.
“Pada hari pertama, saya akan mengakhiri larangan inkonstitusional Trump pada Muslim," tegas Biden pada Oktober 2020.
Selain janji mencabut larangan tersebut, Biden juga berkomitmen untuk mengurangi jumlah kejahatan rasial di AS, termasuk perlakuan diskriminasi bagi Muslim.
Ia mendorong politisi untuk mengeluarkan undang-undang terkat kejahatan rasial.
“Sebagai presiden, saya akan bekerja sama dengan Anda untuk merobek racun kebencian dari masyarakat kita untuk menghormati kontribusimu dan mencari ide-idemu," ujar Biden.
Ia berkomitmen bahwa Pemerintah AS juga akan memperlakukan Muslim secara adil.
"Pemerintahan saya akan terlihat seperti Amerika dengan Muslim Amerika melayani di setiap tingkatan, ” lanjutnya.
Menurut Biden, kaum Muslim adalah golongan pertama yang dirugikan Trump setelah terpilih menjadi presiden pada 2016.
Tak hanya itu, warga kulit hitam juga disebut menjadi korban rasisme Trump.