Breaking News:

Viral Medsos

Buntut Hoaks Jenazah Covid-19 Hilang Matanya di Probolinggo, 7 Orang Diamankan, Sebar ke WA dan FB

Sempat viral video jenazah pasien Covid-19 di Probolinggo yang disebutkan matanya telah hilang. Dipastikan video tersebut hanya hoaks.

Editor: Mohamad Yoenus
Kompas.com/Istimewa
Foto jenazah positif corona yang disebut matanya hilang dan berdarah karena dicongkel di Kabupaten Probolonggo, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - Sempat viral video jenazah pasien Covid-19 di Probolinggo Jawa Timur yang disebutkan matanya telah hilang.

Namun, kabar tersebut dipastikan hanya hoaks belaka.

Sebagai buntut tersebarnya hoaks tersebut, tercatat ada tujuh orang yang diamankan pihak kepolisian.

Mengutip Tribunnews, berikut sajian fakta-fakta terkait hoaks jenazah pasien Covid-19 itu, dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Hasil Survei Tunjukkan Masyarakat Indonesia Optimis Hadapi Pandemi Covid-19, dr Reisa Sayangkan Ini

Baca juga: Klarifikasi Satgas soal Video Viral Jenazah Pasien Covid-19 Kehilangan Matanya di Probolinggo

Video yang Viral

Video yang mengabarkan ada jenazah seorang pasien Covid-19 dicongkel matanya dan darah terus bercucuran viral di media sosial.

Video ini tersebar luas di berbagai akun Instagram yang memperlihatkan ada sejumlah warga yang tengah membuka kain kafan penutup jenazah.

Tampak ada bercak warna merah di kain yang diduga adalah darah dari jenazah.

Terdengar juga tangisan histeris saat warga lainnya menyaksikan kondisi tersebut.

Video diberikan narasi sebagai berikut:

"Jenazah pasien yang 'katanya' kena kopit di Probolinggo setelah dibuka ternyata kedua bola matanya sudah tidak ada, darah pun masih bercucuran

Petugas sempat melarang untuk melihat jenazah namun pihak keluarga memaksa karena yakin almarhumah tidak punya riwayat kontak dengan pasien kopit."

Baca juga: Bantah Pencokelan Mata pada Jenazah Pasien Covid-19, Satgas akan Usut: Keluarga Siap Beri Kesaksian

Penjelasan Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19

Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto
Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto (Tribunnews.com/Istimewa)

Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memberikan keterangan terkait video tersebut.

Ugas menegaskan, kabar yang menyebut mata jenazah dicongkel tidaklah benar.

"Matanya dicokel itu tidak benar," ujarnya kepada Tribunnews, Jumat (6/11/2020).

Ugas kemudian secara lengkap membeberkan keadaan sebenarnya dari jenazah yang ada di dalam video.

Ia menyebut, awalnya ada seorang warga Dusun Sukun, Alas Tengah Paiton berinisial M meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Almarhumah sebelum meninggal kebetulan dirawat di RSUD Dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo. Kemudian meninggal dengan status Covid-19," terang Ugas.

Baca juga: MUI Berangkat ke Cina untuk Pastikan Kehalanan Vaksin Covid-19, Pemerintah Siap Konsultasi

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito Ungkap Ada Penurunan Zona Merah dalam Sepekan

Ugas menambahkan, sebelum meninggal, almarhumah juga didiagnosa penyakit penyakit stroke.

"Sebelum meninggal tensinya tinggi, sehingga memecah pembulu darah di otak. Maka keluar darah dengan sendirinya, pendarahan bisa melalui mata, hidung, telinga atau mulut, itu yang terjadi," beber dia.

Lantaran terkonfirmasi Covid-19, maka pengurusan jenazah almarhumah dilaksanakan sesuai dengan protokol Covid-19.

Ugas menjelaskan, ada sedikit perbedaan proses pemulasaran di Kota Probolinggo dengan kabupaten.

"Kalau di kabupaten ada kayu atau triplek untuk menyangga jenazah tetap dalam posisinya. Meskipun guncangan kuat tidak akan berubah. Kalau di kota tidak ada," imbuh dia.

Dalam perjalanan dari rumah sakit menuju ke rumah duka, jenazah almarhumah M mengalami perubahan posisi menjadi tengkurap, sehingga menyebabkan darah mengucur dari jenazah.

"Otomatis pendarahan mengalir begitu saja," tandas Ugas.

Baca juga: Fakta Viral Mata Jenazah Pasien Covid-19 Hilang, Satgas Langsung Bantah: Dicongkel Itu Tidak Benar

Pihak Keluarga Angkat Bicara

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso ketika menggelar press release penangkapan penyebar video hoaks jenazah pasien Covid-19 yang dicongkel matanya, Sabtu (7/11/2020).
Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso ketika menggelar press release penangkapan penyebar video hoaks jenazah pasien Covid-19 yang dicongkel matanya, Sabtu (7/11/2020). (SURYA.CO.ID/Tony Hermawan)

M Ainur Huda, keponakan pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan dikabarkan bola matanya dicongkel memberikan kesaksian, bahwa video yang beredar salah.

Ungkapan itu disampaikannya di Polres Probolinggo, ketika tujuh orang penyebar video hoaks tersebut diamankan polisi.

"Itu semua tidak benar, saya melihat dengan mata saya sendiri mata semua organ tubuh itu lengkap. Tidak ada satu pun yang hilang. Apalagi matanya dicongkel, jadi itu bohong," tegas Ainur dikutip Tribunnews dari Surya.co.id.

"Dan darah itu keluar dari hidung bukan dari mata," imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan 9 Pedoman Pemulasaran Jenazah Covid-19, Harus Sesuai Supaya Tak Ada Penularan

Dipastikan Ainur, meski video tersebut menampilkan pembukaan jenazah berada di rumah duka, pembuat video bukanlah dari pihak keluarga.

"Kalau dugaan dari lingkup keluarga tidak ada. Karena saat itu tidak ada keluarga yang menggunakan handphone," ucapnya.

Kata Ainur, terkait beredarnya video hoaks tersebut, pihak keluarga mengaku sakit hati.

Untuk itu, keluarga meminta agar pihak kepolisian bisa segera mengamankan pembuat video.

Sementara itu, di sisi lain, Ainur juga membenarkan pernyataan pihak rumah sakit. MA yang didiagnosa terinfeksi Covid-19 juga memiliki penyakit penyerta.

"Memang ada riwayat sakit darah tinggi sama stroke," pungkasnya.

Baca juga: Viral Video Jenazah Pasien Covid-19 Dicongkel Mata dan Darah Bercucuran, Ini Fakta Sebenarnya

7 Orang Diamankan

M Ainur Huda (depan kanan, baju kotak-kota) saat memberikan kesaksian di Polres Probolinggo, Sabtu (7/11/2020). 


Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Viral Isu Jenazah Pasien Covid-1
M Ainur Huda (depan kanan, baju kotak-kota) saat memberikan kesaksian di Polres Probolinggo, Sabtu (7/11/2020). Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Viral Isu Jenazah Pasien Covid-1 (SURYA.CO.ID/Tony Hermawan)

Polres Probolinggo mengamankan tujuh orang penyebar video hoaks yang menyebut ada jenazah pasien Covid-19 dicongkel matanya di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/11/2020) kemarin.

Ketujuh orang itu adalah MT, SD, NN, MS, MA, RH, dan SF.

MT, SD, MS, MA, RH, dan SF adalah warga dari Kecamatan Paiton.

Sedangkan NN warga Kraksaan dan MA merupakan warga Pakuniran.

Dari ketujuh orang yang diamankan, ada satu terduga seorang wanita, yaitu MT.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso mengatakan, ketujuh orang tersebut masih berstatus saksi.

"Alhamdulillah kami berhasil mengamankan, tapi mereka masih berstatus saksi. Kami masih berusaha mendalami peran 7 orang ini. Dan kami juga menelusuri tersangka-tersangka lainnya,” kata Ferdy masih dikutip dari Surya.co.id.

Ia mengatakan, video tersebut bisa beredar luas berawal dari aplikasi percakapan yang kemudian berunjung pada pesan berantai.

“Saudara NN mengupload di Facebook. SF dapat dari unggahan NN. Intinya penyebaran ada yang dari status WhatsApp, grup WhatsApp dan Facebook,” terangnya. (Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(Surya.co.id/Tony Hermawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Hoaks Jenazah Covid-19 Dicongkel Matanya di Probolinggo, Pihak Keluarga Angkat Bicara

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
HoaxProbolinggoCovid-19Jawa TimurFacebook
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved