Penanganan Covid
Berdasar 3M, Kepatuhan Warga Terhadap Protokol Kesehatan di DKI Jakarta Terus Meningkat
Terdapat peningkatan persentase kepatuhan masyarakat terkait protokol Covid-19 sejak awal November untuk seluruh indikator di DKI Jakarta.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Terdapat peningkatan persentase kepatuhan masyarakat terkait protokol Covid-19 sejak awal November untuk seluruh indikator di DKI Jakarta.
Hal itu berdasarkan pengamatan perilaku 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan) yang dilakukan FKM UI.
Saat ini, data FKM UI mencatat tingkat kepatuhan masyarakat yakni memakai masker berada di kisaran angka 70 persen, menjaga jarak berada di kisaran angka 60 persen dan mencuci tangan berada di kisaran angka 35 persen.
Sebelumnya, seluruh indikator perilaku 3M sempat menurun secara signifikan pada akhir Oktober lalu, yaitu:
- Memakai masker berada di kisaran angka 75 persn (19/10), 70 persen (26/10), dan 60 persen (2/11);
- Menjaga jarak berada di kisaran angka 70 persen (19/10), 65 persen (26/10), dan 55 persen (2/11);
- Mencuci tangan berada di kisaran angka 40 persen (19/10), 30 persen (26/10), dan 30 persen (2/11).
Baca juga: Tukang Bersih Makam Pergoki Pasangan Mesum sedang Berhubungan Badan, Ajak Petugas Untuk Menggerebek
Persentase kepatuhan masyarakat untuk 3M harus mencapai minimal 80 persen untuk dapat mengendalikan potensi penularan Covid-19.
"Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan jajaran Forkopimda dalam upaya penegakan hukum atas protokol kesehatan masyarakat di wilayah Ibu Kota," kata Anies dalam siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Minggu, (8/11/2020).
Selain itu nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,04 pada 7 November 2020.
Angka tersebut meningkat dari skor 1,03 pada 1 November 2020. Meskipun demikian, hasil skor Rt tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan data pada bulan Oktober yaitu skor 1,06 pada 12 Oktober 2020 dan 1,05 pada 24 Oktober 2020.
Berdasarkan analisis data dari tim FKM UI, nilai Rt tersebut kemudian dibandingkan dengan estimasi kasus baru (onset) dan persentase masyarakat yang berada di rumah (mengurangi mobilitas).
Baca juga: Fakta Sosok Joe Biden Presiden Amerika Terpilih yang Jarang Diketahui, Ini Rekam Jejak Kehidupannya
Hasilnya menunjukkan bahwa :
- Persentase penduduk yang berada di rumah mulai menurun sejak Oktober dan kini stabil berada di kisaran 45 persen;
- Estimasi kasus baru (onset) juga menunjukkan penurunan signfikan pada bulan Oktober, namun sedikit meningkat di awal bulan November.
Estimasi kasus baru (onset) merupakan pengukuran epidemiologi berdasarkan waktu pertama kali kasus positif mengalami gejala, bukan waktu pelaporan positif kasus konfirmasi positif dari hasil uji laboratorium.
Baca juga: Jadi Pengacara Maybank soal Tabungan Rp20 Miliar Winda Earl, Hotman Paris: Tak se-Simple yang Diduga
Selain itu, penilaian berdasarkan indikator pengendalian COVID-19 dari FKM UI menunjukkan penurunan 4 poin dari skor 67 pada 1 November 2020 menjadi 63 pada 8 November 2020.