Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat 2020

Trump Bisa Jadi Presiden Lagi meski Suara Biden Lebih Banyak, Begini Penjelasan Sistem Pemilu AS

Amerika Serikat (AS) kini tengah menentukan pilihannya untuk mendapatkan presiden baru untuk 2020-2024 pada Selasa (3/11/2020).

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
AFP/MORRY GASH and JIM WATSON
Calon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump dan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden. 

TRIBUNWOW.COM - Amerika Serikat (AS) kini tengah menentukan pilihannya untuk mendapatkan presiden baru untuk 2020-2024 pada Selasa (3/11/2020).

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS kali ini, Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat menjadi kandidat Calon Presiden.

Dari sejumlah survei, Joe Biden mendapat suara lebih unggul dibanding petahana.

Debat final antara Donald Trump dan Joe Biden, Jumat (23/10/2020).
Debat final antara Donald Trump dan Joe Biden, Jumat (23/10/2020). (YouTube Sky News)

Baca juga: Pilpres AS Donald Trump Vs Joe Biden Digelar Hari Ini 3 November, Kapan Pemenangnya Bisa Diketahui?

Meski demikian, calon yang mendapatkan suara lebih banyak bukan berarti menjadi pemenangnya.

Seperti saat Pilpres 2016 di mana suara Trump tidak lebih banyak dari rivalnya kala itu, Hillary Clinton.

Clinton mendapat 2,8 juta suara lebih banyak dari Trump.

Meski demikian, Trump lah yang menjadi Presiden negara Paman Sam tersebut.

Pasalnya, AS menggunakan sistem memilih tidak langsung, yakni elektoral college dalam menentukan presiden beserta wakilnya.

Electoral college merupakan lembaga pemilih yang bekerja setiap empat tahun sekali, yaitu beberapa pekan setelah pemungutan suara oleh masyarakat di negara bagian.

Anggota electoral college adalah orang dari partai politik di tingkat negara bagian.

Mereka biasanya petinggi partai atau sosok yang berafiliasi dengan kandidat presiden dari partainya.

Pada sistem electoral college, warga tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden, mereka juga harus memilih orang-orang yang bakal duduk dalam electoral college.

Suara itu lalu dikumpulkan per negara bagian.

Negara bagian dengan populasi lebih besar punya lebih banyak jatah suara elektoral, seperti California ada 55 orang.

Sedangkan anggota electoral college berjumlah 538 orang.

Baca juga: Pemilihan Presiden Amerika Serikat Periode 2020-2024 Berakhir 3 November: Donald Trump Vs Joe Biden

Halaman
123
Tags:
Donald TrumpJoe BidenPemilu Amerika Serikat 2020Partai DemokratHillary Clinton
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved