Breaking News:

Terkini Internasional

Twit dengan Bahasa Arab, Presiden Prancis Tegaskan Tak Bermaksud Hina Islam: Saya Menghormati

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklarifikasi pernyataannya yang menuai protes dari umat Islam di berbagai negara.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture Twitter @EmmanuelMacron
Klarifikasi Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam bahasa Arab setelah pernyataannya menuai protes dari umat Islam di seluruh dunia, diunggah Minggu (1/11/2020). Macron menegaskan dirinya harus melindungi kebebasan berpendapat di negaranya dan tidak bermaksud menyinggung umat Islam. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklarifikasi pernyataannya yang menuai protes dari umat Islam di berbagai negara.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter @EmmanuelMacron, diunggah Minggu (1/11/2020).

Diketahui pernyataan Macron adalah tanggapan atas insiden penyerangan berbau rasisme dan agama.

Melalui unggahan Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron, Minggu (1/10/2020), dirinya mengatakan tidak bermaksud untuk mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam bentuk karikatur tersebut.
Melalui unggahan Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron, Minggu (1/10/2020), dirinya mengatakan tidak bermaksud untuk mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam bentuk karikatur tersebut. (Twitter/@EmmanuelMacron)

Baca juga: 20 Organisasi Islam Dunia Peringatkan Presiden Prancis, Tulis Petisi: Macron Nodai Warganya Sendiri

Setelah ucapannya menuai protes, Macron menyampaikan klarifikasi melalui Twitter dengan menggunakan bahasa Arab.

"Saya tidak akan pernah menerima bahwa mereka bisa membenarkan kekerasan. Saya percaya bahwa misi kami adalah untuk melindungi kebebasan dan hak kami," jelas Emmanuel Macron.

Selain itu, Macron juga mengklarifikasi ucapannya terkait karikatur Nabi Muhammad yang diprotes umat Muslim.

Diketahui Prancis menjunjung paham sekularisme yang melindungi kebebasan berpendapat, baik oleh masyarakat beragama maupun tidak beragama.

Menurut Macron, dirinya hanya berupaya melindungi kebebasan berpendapat sesuai paham sekularisme di Prancis.

Ia menambahkan, isu tersebut dapat menjadi hal yang sensitif di kalangan umat beragama.

Baca juga: Bantah Dukung Karikatur Nabi, Presiden Prancis Sebut Ucapannya Diputarbalikkan: Ini Kebohongan

Meskipun begitu, presiden 42 tahun ini menegaskan dirinya selalu menghormati pandangan umat beragama.

Macron menegaskan dirinya tidak pernah mengungkapkan dukungan terhadap karikatur Nabi Muhammad yang menjadi protes kalangan umat Islam.

"Mereka menyebut saya bahwa saya 'mendukung kartun yang menghina Nabi'."

"Saya mendukung kemampuan menulis, berpikir, dan menggambar dengan bebas di negara saya, ini adalah hak dan kebebasan kami. Saya menyadari ini bisa mengejutkan dan saya menghormatinya, tetapi kita harus membicarakannya."

Dalam unggahan berikutnya, Macron mengecam aksi kekerasan yang timbul atas dasar apapun.

"Saya tidak akan pernah menerima bahwa mereka bisa membenarkan kekerasan. Saya percaya bahwa misi kami adalah untuk melindungi kebebasan dan hak kami."

Halaman 1/3
Tags:
Bahasa ArabTwitterPresidenPrancisEmmanuel MacronIslam
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved