Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat 2020

Panduan Sederhana Pahami Pilpres AS, Ini Sejumlah Hal yang Perlu Anda Ketahui

Peran presiden AS bagi dunia, memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan banyak orang, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/MORRY GASH and JIM WATSON
Calon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump dan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden. 

TRIBUNWOW.COM - Pemilihan umum Amerika Serikat (AS) yaang akan digelar pada 3 November menjadi perhatian banyak pihak.

Pasalnya, peran presiden AS bagi dunia, memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan banyak orang, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Karena hal itu pula, pemilu AS ini menjadi peristiwa yang bermakna bagi semua individu.

Baca juga: Alasan Sejumlah Warga Asia Berharap Donald Trump Kalahkan Joe Biden di Pilpres AS 2020

Baca juga: Militer Pastikan Pihaknya Tak Ikut Campur jika Terjadi Perebutan Kekuasaan setelah Pilpres AS 2020

Sebagaimana diketahui, sistem politik AS didominasi hanya oleh dua partai, sehingga siapapun sosok presidennya pasti berasal dari salah satu parpol tersebut.

Partai Republik adalah parpol berhaluan konservatif di AS dan kandidat mereka pada pilpres tahun ini adalah petahana Presiden Donald Trump, yang berharap dapat mempertahankan jabatannya selama empat tahun mendatang.

Adapun Partai Demokrat adalah parpol berhaluan liberal di AS dan kandidat mereka adalah Joe Biden, politisi berpengalaman yang dikenal pernah menjabat sebagai wakil Barack Obama selama delapan tahun.

Kedua pria tersebut berusia 70-an tahun.

Jika kembali terpilih sebagai presiden, Trump akan berumur 74 tahun pada awal masa jabatannya yang kedua.

Sedangkan apabila Biden menjadi presiden, lelaki berumur 78 tahun itu bakal menyandang predikat sebagai presiden tertua AS pada masa jabatannya yang pertama.

Baca juga: Komunitas Muslim di AS yang Hanya Satu Persen dari Jumlah Penduduk Antusias dalam Pilpres AS

Baca juga: Pilpres Amerika 2020, Ini Perbedaan Kebijakaan Luar Negeri Donald Trump dan Joe Biden

Bagaimana pemenang ditentukan?

Kedua kandidat bersaing untuk memenangi suara dari electoral college.

Setiap negara bagian memiliki jumlah suara electoral college tertentu berdasarkan populasinya.

Mengingat ada 538 suara yang diperebutkan, pemenangnya adalah kandidat yang mendulang 270 suara atau lebih.

Itu artinya para pemilih menentukan persaingan pada tingkat negara bagian, alih-alih tingkat nasional.

Karenanya, seorang kandidat dimungkinkan merebut suara terbanyak pada tingkat nasional—seperti Hillary Clinton pada 2016—namun kalah dari jumlah suara electoral college.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Pilpres ASPresidenAmerika SerikatPemilihan UmumDonald TrumpJoe Biden
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved