Breaking News:

Terkini Nasional

Ancam Mogok Nasional jika UU Cipta Kerja Tak Batal, Buruh: 2 Juta Buruh Saja akan Lumpuhkan Produksi

Saat berunjuk rasa, kelompok buruh yang berunjuk rasa tersebut mengancam akan melakukan mogok nasional.

KOMPAS.com/SONYA TERESA
Massa buruh mrmenuhi lokasi aksi monumen Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, pada aksi unjuk rasa, Senin (2/11/2020). Buruh menuntut dicabut omnibus law dan kenaikan upah minimum pada tahun 2021. 

TRIBUNWOW.COM - Unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja kembali terjadi di sekitar Istana dan Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (2/11/2020).

Kelompok buruh yang berunjuk rasa tersebut mengancam akan melakukan mogok nasional.

Mogok kerja serempak itu akan dilakukan jika Presiden Joko Widodo tak membatalkan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja lewat peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Baca juga: Di Mata Najwa, BEM UNY Tak Terima Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Disebut Ditunggangi: Kita Patungan

Baca juga: Kepada Fadjroel, BEM UNY Pertanyakan Keberadaan dan Sikap Jokowi soal Demo: Kami Butuh Presiden Kami

 

Ilustrasi Demo tolak UU Cipta Kerja - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) demo tolak UU Cipta Kerja kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020)
Ilustrasi Demo tolak UU Cipta Kerja - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) demo tolak UU Cipta Kerja kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020) (Tribunnews/ Danang)

 

"Jika tak batalkan omnibus law, saya serukan mogok kerja nasional akan kita lakukan di seluruh Indonesia," kata seorang orator seperti disiarkan di YouTube Kompas TV, Senin (2/11/2020).

Selain membatalkan omnibus law, buruh juga menuntut agar ada kenaikan upah minimum untuk tahun 2021 mendatang.

Buruh menyesalkan sikap Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah yang tak menaikkan upah minimun dengan alasan pandemi.

Orator itu pun menegaskan bahwa mogok kerja akan lebih ampuh ketimbang para buruh turun ke jalan melakukan aksi.

"Dua juta buruh saja yang mogok nasional akan melumpuhkan produksi ," tegas orator itu.

Baca juga: Korek Kuping Disiapkan Massa Pendemo Serikat Pekerja Tolak UU Cipta Kerja untuk Jokowi

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja, BEM-SI Padati Patung Kuda: Masih Ada Banyak Pejuang Demokrasi

 

 

Ia menyebut, saat ini buruh masih melakukan berbagai upaya lain mulai dari unjuk rasa, mengajukan uji materi ke MK, serta menuntut DPR untuk melakukan legislative review.

Namun jika cara tersebut tak berhasil, maka buruh diminta bersiap untuk melakukan mogok nasional.

"Siap mogok nasional?" tanya dia dari atas mobil orator.

"Siaaap," kata para buruh kompak.

Usai orasi itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea langsung menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan uji materi UU Cipta Kerja. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buruh: 2 Juta Buruh yang Mogok Nasional Akan Lumpuhkan Produksi"

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved