Terkini Internasional
Kecam Pidato Presiden Prancis, Jokowi Anggap Lukai Umat Islam: Sama Sekali Tidak Bisa Dibenarkan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menanggapi pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
Diketahui nilai sekularisme negara ini menjadi bagian dari identitas nasional Prancis, berdasarkan moto pascarevolusi liberty, equality, fraternity.
Lihat videonya mulai menit 1.30:
Prancis Minta Seruan Boikot Produknya Dihentikan
Sejumlah negara dengan mayoritas penduduk muslim menyerukan untuk memboikot semua produk-produk dari Prancis.
Sejumlah negara yang memboikot produk-produk Prancis antara lain, Turki, Arab Saudi, Palestina.
Hal itu menyusul dengan adanya pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam terkait kartun Nabi Muhammad.
Baca juga: Prancis Tarik Dubes di Turki seusai Erdogan Sebut Macron Butuh Periksa Mental soal Kasus Kartun Nabi
Macron membolehkan kartun Nabi Muhammad tetap dipamerkan sebagai bentuk berekspresi.
Dikutip TribunWow.com dari BBC Indonesia pada Rabu (28/10/2020), menanggapi seruan boikot, Pemerintah Prancis meminta untuk segera mengakhirinya.
Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut seruan itu tak berdasar.
Selain itu, mereka juga menganggap seruan dari sejumlah kelompok minoritas radikal.

"Seruan untuk boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, beserta semua serangan terhadap negara kami, yang didorong oleh kelompok minoritas radikal," ujar Kementerian Luar Negeri Prancis.
Sementara itu produk Prancis bahkan telah ditarik dari toko di beberapa negara seperti, Kuwait, Yordania, dan Qatar.
Sejumlah produk kecantikan dan perawatan rambut buatan Prancis tak lagi dipajang.
Foto-foto rak swalayan yang berisi produk impor Prancis dikosongkan viral di media sosial.