Terkini Daerah
Pria Dibunuh Kakak Beradik, Istri Korban yang Hamil Ungkap Firasat: Lagi Goreng Ikan, Hati Berdebar
Pria bernama Fran (21) menjadi korban pembunuhan dua pria yang diduga kakak beradik di sebuah rumah di Palembang, begini kesaksian sang istri.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Pria bernama Fran (21) menjadi korban pembunuhan dua pria yang diduga kakak beradik di sebuah rumah berada Jalan Meranti, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati Palembang, Rabu (28/10/2020) siang.
Fran dibunuh dengan cara ditusuk beberapa kali oleh pelaku dengan senjata tajam hingga tewas.
Dikutip TribunWow.com dari Sripoku.com pada Rabu (28/10/2020), Fran selama ini bekerja sebagai pemasang tenda.

Baca juga: Polisi Tewas saat Melakukan Penggerebekan, Terbunuh karena Seekor Ayam yang Ada di Lokasi
Istri Fran, Ananda Septiriani menyebut dirinya tak menyangka sang suami meninggalkanya secepat itu.
Ananda menyebut Fran sosok yang bertanggungjawab.
"Dia selalu berusaha penuhi apa yang saya minta," ujar Ananda.
"Suami saya itu sayang sekali sama saya, dia juga bertanggung jawab. Kerja serabutanpun dilakukannya untuk mencukupi kehidupan kami," katanya menangis.
Dari pernikahannya dengan Fran pada tiga bulan lalu, Ananda kini tengah mengandung satu bulan.
Sebelum keluar rumah hingga akhirnya tewas, Fran sempat mencium perutnya.
"Dia sempat bilang, bapak kerja dulu, buat beli susu, sambil cium perut saya," katanya.
Pada hari kematian Fran, ia mengaku memiliki firasat yang aneh.
Hatinya terus berdegup kencang.
"Tadi saya lagi goreng ikan, tiba-tiba dada saya berdebar kencang ingat suami saya," sambungnya.
Sementara itu, satu di antara tetangga menyebut korban sebelumnya bekerja di sebuah usaha tenda yang tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lantaran ada masalah, korban lantas pindah dan akhirnya menikah serta menetap di rumah mertuanya.
"Kalau Fran itu memang orang sini dulunya, karena ada masalah jadi dia pindah dan baru menikah dia itu mungkin belum sampai setahun."
"Kalau pelaku itu datangan, bukan asli sini dia tinggal di belakang tempat tenda itulah," kata salah satu warga sekitar, Rabu (28/10/2020).
Dari informasi yang beredar, korban memiliki masalah dengan pelaku.
Meski demikian, tidak diketahui pasti masalah yang terjadi di antara kedua belah pihak.
Baca juga: Tunggui Mayat Korban Berjam-jam, Kiswanto Ngaku Menyesal Bunuh Selingkuhannya yang Tak Mau Diputus
Detik-detik Pembunuhan
Pembunuhan itu sempat disaksikan oleh warga.
Warga yang rumahnya menjadi tempat pembunuhan, Tiara (24) mengungkapkan kesaksiannya.
Tiara mengaku saat itu awalnya tengah menggoreng ikan di dapur.
Sedangkan, dua anaknya yang masih balita tengah bermain di ruang tamu.
Tiba-tiba saja, Tiara mendengar suara teriakan Fran yang menjerit minta tolong.
Dalam sekejap, korban tiba-tiba saja lari masuk ke rumahnya lewat pintu belakang.
"Waktu itu aku lagi masak, Fran berlari dari luar masuk ke dalam rumah dari pintu belakang sambil berteriak minta tolong ke aku."
"Langsung dia masuk dan mengarah ke ruang tamu itu, disanalah dia itu dihabisi oleh pelaku," ujar Tiara syok.

Melihat itu, pikirannya langsung menuju ke anak-anaknya.
Tanpa berpikir panjang, Tiara langsung berlari mengambil anak-anaknya dan berteriak minta tolong.
"Aku hampir kena juga, pada waktu itu aku dekat korban dan minta tolong."
"Korban itu sempat dorong aku, aku langsung menyelamatkan anak aku yang berumur 2 tahun lagi nyusu di depan ruang tamu itu," jelas Tiara.
Saat itu, anaknya yang berumur lima tahun rupanya sempat terkena tendangan pelaku hingga terjatuh.
Lalu, anak Tiara langsung bangkit dan berlari.
Saat itu pula, pelaku menusuk korban dengan benda tajam berulang kali.
"Anak aku yang lima tahun itu lewat di kolong kaki pelaku itu sambil merangkak, waktu itu juga pelaku menusuk korban berkali-kali," ujar Tiara.
Tiara mengaku dirinya sempat mengira juga akan dibunuh.
Demi anak, Tiara beranikan diri untuk mendekat.
Sedangkan, warga yang lain hanya bisa melihat karena ketakutan.
"Pemikiran aku anak aku selamat, aku juga berpikir kalau aku juga terancam. Yang lain di luar semua mau menolong tapi takut," ujar Tiara.
Selain itu, Tiara menyebut korbannya yang ketakutan sempat memeluknya.
Korban memeluk Tiara karena saking ketakutannya.
"Korban itu lari pak. Langsung memeluk saya minta tolong dan ketakutan, dikejar kedua pelaku," ungkapnya.
Setelah para pelaku menghabisi nyawa Fran, mereka langsung kabur melalui pintu depan.
Sedangkan Tiara langsung berteriak minta tolong hingga korban dibawa ke RS Bari, Palembang.
Namun sayangnya, nyawa korban tak berhasil diselamatkan.
"Tidak bisa ditolong lagi, korban sudah bersimbah darah, oleh warga dan polisi dibawa ke RS Bari Palembang dan meninggal dunia," ujar Tiara. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
Artikel ini diolah dari Sripoku.com dengan judul Bak Firasat, Dada Ananda Saat Goreng Ikan Berdegup Kencang Teringat Suami, Fran Sempat Cium Perut, Pembunuhan di Kertapati Palembang Terekam CCTV, Warga: Fran & Pelaku Ada Masalah, Korban Lalu Pindah, Pembunuh Fran di Kertapati Sempat Tendang Balita, Juga Tak Acuhkan Ada Bayi 2 Tahun yang Lagi Nyusu dan Terkuak Identitas 2 Orang Pembunuh Fran di Kertapati, Polisi Minta Pelaku Serahkan Diri