Terkini Daerah
Miris, Terkendala Belajar Online, Siswa SMP di Lombok Putuskan Nikah: Saya Tak Punya Hp
Sebuah pilihan menikah terpaksa diambil oleh seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Mohamad Yoenus
Ia mengatakan bahwa alasannya karena merasa bingung setelah tidak lagi bersekolah, apalagi melihat keseriusan dari UD yang langsung meminta izin kepada sang nenek membawa keluarganya.
"Saya bingung mau ngapain lagi, tidak sekolah sudah empat bulan, saya tidak punya handphone, tak bisa ikuti belajar daring. Ketika UD datang bersama keluarganya meminta saya ke nenek, saya mau diajak menikah," katanya.
Sementara itu ia mengaku sebenarnya juga tidak ingin putus sekolah begitu saja.
Selain karena faktor ekonomi, EB juga memberikan pengakuan bahwa dirinya merupakan seorang yang pemalas.
"Saya ini pemalas, sering ndak masuk sekolah sebelum Covid-19. Sulit belajar karena hanya tinggal dengan nenek saja, tapi saya mau sekolah lagi," katanya.
Lebih lanjut, EB bercerita bahwa dirinya sudah mengenal suaminya itu selama setahun.
Ia mengaku saat itu diperkenalkan oleh temannya.
Di mata EB, UD merupakan suami yang gigih dan pekerja keras karena memang sebelum menikah sudah menyandang status sebagai tulang punggung di keluarganya.
UD sempat sempat bekerja menjadi buruh di Bali. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)
Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul 'Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...' dan 'Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun'