Terkini Nasional
Survei Elektabilitas Pilpres 2024: Ganjar Teratas dan Terus Meningkat, Disusul Prabowo lalu Anies
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis survei mengenai elektabilitas para tokoh menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Setelah itu naik menjadi 15 persen pada bulan Juli 2020 dan yang terakhir 14,4 persen bulan September.
Sebagi informasi, menurut Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, survei dilakukan berdasarkan 1.200 responden yang dipilih secara acak.
Terdapat 15 nama yang masuk dalam survei tersebut.
Mereka secara berurutan adalah Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono, Khofifah Indar Parawansa, Gatot Nurmantyo.
Kemudian disusul lagi ada Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, Erick Thohir, Tito Karnavian, Muhaimin Iskandar dan Budi Gunawan.
Refly Harun Bedah Peluang Ganjar, Anies hingga Prabowo
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan pandangannya terkait calon kandidat di Pilpres 2024 mendatang.
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun meyakini calon-calon kandidat di Pilpres 2024 tidak jauh dari nama-nama yang saat ini sudah terdengar.
Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Tidak terkecuali pasangan calon di Pilpres 2019 lalu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Baca juga: Jika Jokowi Teken UU Cipta Kerja, KSPI Ancam Bakal Demo Besar-besaran 1 November: Sampai Menang
Refly Harun menilai terdapat plus dan minusnya dari para calon kandidat tersebut.
Untuk Ganjar Pranowo, Refly Harun mengatakan memiliki keuntungan besar, yakni didukung oleh partai politik besar, PDI Perjuangan (PDIP).
Namun menurutnya, keuntungan itu bisa menjadi kelemahan bagi Ganjar Pranowo.
Dirinya menyinggung soal adanya sosok Puan Maharani yang merupakan putra mahkota dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus saat ini sedang menjabat sebagai Ketua DPR.
"Memang ada plus dan minusnya, kalau Ganjar plusnya yaitu didukung oleh partai besar, tapi itu pula kelemahannya. Dan dia kader partai politik," ujar Refly Harun.