Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19 Beberkan 3 Aktivitas Berisiko Tinggi Penularan Virus Corona: Harus Lebih Hati-hati

Berikut ini deretan tiga aktivitas yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. Apa saja?

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga melintas di depan salah satu toko di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Meski masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, pusat perbelanjaan tersebut mulai dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan menjelang pelaksanaan new normal (tatanan kehidupan baru). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkap tiga aktivitas yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

Tiga aktivitas tersebut diprediksi menimbulkan kerumunan.

Pertama, aktivitas rekreasi ke tempat wisata yang bertemu banyak pengunjung.

Baca juga: Virolog Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa soal Vaksinasi Covid-19: Uji Klinis Fase 3 Belum Ada Hasil

Dewi menjelaskan dua hal potensi penularan dari aktivitas tersebut, yakni di dalam kendaraan, mobil atau bus yang memiliki AC, dan perjalanan itu menempuh jarak yang jauh, lebih dari satu jam.

Titik bahayanya, kata Dewi, jika ada orang yang tidak bergejala atau OTG bertemu banyak orang di dalam kendaraan itu.

Potensi airborne atau penularan lewat udara dalam ruang tertutup begitu besar terjadi, terlebih mereka di dalam kendaraan itu cukup lama.

Selain itu, mereka yang piknik pasti makan dan berbincang bersama.

Baca juga: PM Bulgaria Boiko Borisov Positif Covid-19, Dinyatakan Terpapar setelah Dua Kali Tes PCR

Meski memakai masker, Dewi memastikan beberapa orang berpotensi lupa dengan melepas masker atau menyentuh muka mereka sebelum mencuci tangan.

"Studi kasus di Jawa Timur, ada orang positif di kantor. Setelah ditelusuri, empat orang dari karyawan itu sempat wisata bersama. Mereka makan bakso bakar, ke alun-alun yang banyak pengunjung. Kadang tidak pakai masker," ujar Dewi lewat keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Aktivitas kedua, yakni berbelanja ke swalayan yang ramai.

Dewi menyatakan, supermarket saat ini memang sudah menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M), serta membatasi jumlah pengunjung.

Namun, Dewi mewanti-wanti jika protokol itu tidak dilakukan secara ketat, misalnya membuka pintu masuk lebih dari satu pintu.

"Tidak boleh beda (pintu masuknya). Ketika masuk, ukur keramaian. Harus lebih hati-hati, bawa hand sanitizer dan jangan asal sentuh barang, lalu sentuh muka," ujar dia.

Baca juga: Minta Edukasi Protokol Kesehatan Covid-19 Digencarkan, Menko PMK: Harus Diingatkan Terus

Aktivitas ketiga, ikut pertemuan di dalam ruangan, seperti arisan atau reunian, dengan jumlah orang yang banyak.

Dewi mengatakan, potensi penularan bisa dibawa oleh mereka yang datang dari tempat atau wilayah yang berbeda.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Penanganan Covid-19Covid-19Virus CoronaMaskercuci tangan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved