Breaking News:

Terkini Daerah

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Semarang, Saksi Sebut Korban Kejang-kejang setelah Turun dari Sepeda

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang pada Minggu (25/10/2020) pagi.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Jenazah. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di tepi Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang pada Minggu (25/10/2020) pagi. 

Namun, di saat bersamaan jantung juga membutuhkan 'makanan' yakni darah yang kaya akan oksigen untuk otot-ototnya dan ini dihantarkan oleh pembuluh darah besar yang disebut arteri koroner.

Tetapi orang dengan penyakit jantung memiliki penyempitan arteri koroner sehingga aliran darah yang mengandung oksigen ke jantung pun menjadi berkurang.

Saat melakukan aktivitas berat maka akan memicu terjadinya serangan jantung.

"Kalau itu tidak mencukupi (aliran darah dan oksigen ke jantung), maka jantung akan infal, akan alami serangan jantung. Atau mengalami kerusakan, sehingga kerjanya tidak optimal, mulai merasakan nyeri dada," jelas Michael kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Viral Batang Kayu Dipahat Mirip Alat Kelamin Pria di Gunung Sindoro, Ini Kata Perekam Video

Kendati demikian, bukan berarti orang dengan gangguan jantung tak bisa berolahraga, sebaliknya malah diwajibkan untuk berolahraga.

Catatannya adalah berolahraga dengan intensitas ringan yang dilakukan secara teratur dan terprogram, sehingga tidak memicu kerja terlalu berat pada jantung.

Jika berolahraga secara berkelompok, maka perlu diperhatikan irama olahraga yang dibutuhkan diri sendiri dan orang lain.

Seringnya, tak sadar malah mengikuti irama olahraga orang lain yang belum tentu cocok.

"Ini berpotensi untuk memberikan beban pada jantung daripada yang seharusnya," kata dia.

Terkait menggunaan masker ketika berolahraga, Michael bilang, tentu hal itu akan mempengaruhi sirkulasi udara, di mana mengurangi jumlah oksigen yang masuk.

Namun, bukan berarti seseorang akan meninggal karena kehabisan napas lantaran berolahraga menggunakan masker.

Menurutnya, bila seseorang sudah merasa tidak nyaman saat menggunakan masker atau dengan kata lain jadi sulit bernapas, sudah pasti akan merespons dengan melepas masker tersebut.

"Tangan kan enggak diikat, kalau mulai pusing (karena sulit bernafas) kenapa enggak dibuka? Masak kamu enggak mampu untuk buka masker sendiri yang jadi penyebab (sulit bernapas), kan aneh," kata dia.

Michael pun menekankan, memang orang akan lebih berisiko meninggal ketika olahraga, terlebih pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Tetapi hal itu tak ada kaitannya dengan penggunaan masker.

"Jadi, bahwa orang dengan sakit jantung itu bisa meninggal adalah benar, dan bahwa orang berolahraga bisa meninggal, itu juga benar. Tapi tidak berhubungan (dengan masker)," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul BREAKING NEWS: Seorang Pesepeda Meninggal di Jalan Brigjen Katamso Semarang Pagi Ini

Sumber: Tribun Jateng
Tags:
SemarangMeninggalPesepedaTewasJawa Tengah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved