Terkini Daerah
Dalam 2 Hari, 2 Tahanan Polisi di Medan Meninggal Dunia setelah Sakit, Ini Faktanya
Polrestabes Medan menemukan dua orang pria yang berstatus tahanan meninggal dunia selang dua hari.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Polrestabes Medan menemukan dua pria berstatus tahanan meninggal dunia selang dua hari.
Keduanya diketahui menghembuskan napas terakhir lantaran menderita sakit.
Tahanan pertama yang diketahui telah meninggal bernama Ferry Pasaribu.
Tersangka yang membunuh istrinya sendiri itu meninggal, Sabtu (17/10/2020), dalam status sebagai tahanan Polrestabes Medan.
Baca juga: Pasutri Tewas Terkena Jebakan Tikus di Sawah yang Mereka Pasang Sendiri, Sempat Pamit ke Keluarga
Baca juga: Ungkap Keburukan Parlemen, Fahri Hamzah Sindir Anggota DPR: Cuman Duduk tapi Mobilnya Paling Mewah
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Martuasah Tobing menjelaskan, Ferry Pasaribu meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Medan setelah diserang demam tinggi.
Fery mengeluh sakit pada Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 04.15 WIB. Petugas pun membawanya ke rumah sakit.
"Ferry diberikan pengobatan dan perawatan. Kemudian pada Sabtu tanggal 17 Oktober 2020 sekira pukul 06.00 WIB, dokter memberi tahu bahwa tahanan telah meninggal dunia," tuturnya, Minggu (18/10/2020).
Menurutnya, jenazah almarhum telah diterima oleh keluarganya. Keluarga, kata Martuasah, menyatakan jenazah Ferry tidak perlu diautopsi.
"Jenazahnya sudah diterima oleh pihak keluarga atas nama Sumarliah yang merupakan istrinya dan keluarga tidak berkenan untuk diautopsi," pungkasnya.
Baca juga: Alasan Kementerian PPPA Libatkan Forum Anak untuk Kampanyekan Gerakan 3M, Cegah Klaster Keluarga
Sempat Tak Percaya
Feri Pasaribu menggorok leher istri sirinya, Fitri Yanti, hingga tewas.
Ia lalu membuang jenazah perempuan yang bekerja sebagai sopir ojek itu ke parit di Jalan Mahoni Pasar II Tembung, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Tak disangka, Ferry yang sedang menunggu disidang, ternyata meninggal dunia, Sabtu (17/10/2020).
Anak Fitri Yanti, Parhan mengatakan, kematian Ferry adalah kehendak Tuhan.
"Kami keluarga awalnya tidak percaya mendengar kabar itu. Setelah polisi mengabarkan, baru kami percaya," ujarnya, Minggu (18/10/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/tahanan-narkotika-polsek-medan-timur-edison-simanjuntak-40-meninggal-dunia.jpg)