Terkini Daerah
Bantah Pencabulan, Eks Wakapolres Takalar Ngaku Tepis saat Tangan Korban saat Pegang Organ Intim
Bantah menjadi pelaku, Eks Wakapolres Takalar justru mengaku menjadi korban pencabulan, saat wanita yang melaporkannya hendak meraba area sensitif.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
PA justru memuji-muji Kompol N dan menyinggung perjalanan karier Kompol N.
"Dia (PA) bilang-mi 'Syukur-ta itu di Pak jadi Wakapolres di kampung sendiri'. Jadi saya bilang-mi, ya harus disyukuri," ujar Kompol N.
Topik pembicaraan kemudian kembali berganti, berdasarkan cerita Kompol N, PA juga sempat memuji soal fisik.
"Dia (PA) bilang pasti waktu tugas di kota banyak pacarta kah memang gagahki, wajar kita punya cewek banyak. Jadi saya bilang saya tidak merasa gagah saya, biasaji," kata Kompol N.
Kemudian PA langsung berdiri mendekatinya, dan mencium pipi Kompol N.
"Tanpa saya panggil, dia (PA) berdiri dari tempat duduknya mendekati saya sambil dia (PA) mencium saya. Jadi ini ceritanya saya dikerjai, jadi saya berdiri lalu bilang-ka 'Kenapa ini?' Dia bilang 'Tunggu-mi dulu'. Kenapa-mi ini?," ungkap Kompol N.
Ketika PA bersikap seperti itu, ia terus-terusan mengingatkan PA bahwa hal itu tidak baik.
"Saya bilang 'Tidak'. Tadi kamu bilang katanya urus SIM, tapi kenapa seperti ini. Jadi pada saat itu, saya bilang tidak baik ini seperti ini, ruang kerja ini kenapa kau seperti itu," kata Kompol N.
"Akhirnya dia (PA) berhenti-mi, tapi ada gerakannya dia pegang (daerah intim). Jadi saya tepis-mi. Setelah saya larang, dia berhenti, lalu dia masuk ke WC (toilet)," ungkapnya.
Kompol N menduga apabila ia mengikuti kemauan PA, kemungkinan besar dirinya akan jatuh dalam jebakan yang dipasang oleh PA.
"Jadi saya ini difitnah kasihan, dizalimi. Kalau dibilang cabul, malah saya ini yang sebenarnya korban," tuturnya.
Lapor Balik Korban
Dikutip dari TribunTakalar.com, Rabu (14/10/2020), Kompol N mengaku dirinya telah mengambil langkah untuk melaporkan balik PA.
Kompol N mengatakan, ia telah melaporkan PA atas tiga tuduhan, yakni pencemaran nama baik, pemerasan, dan pencabulan.
"Saya sudah melaporkan (PA) juga sehubungan dengan pemerasan, pencabulan dan itu pencemaran nama baik," kata Kompol N via sambungan telepon kepada tribun, Rabu (14/10/2020) sore.
Baca juga: Kenang Ucapan Terakhir Bocah yang Tewas Lawan Pemerkosa Ibunya, sang Ayah: Mungkin Itu Sakratulmaut