Virus Corona
Hasil Penelitian: Tak Bisa Mencium Bau Jadi Gejala Covid-19 yang 'Lebih Meyakinkan' ketimbang Batuk
Sebuah penelitian menunjukkan, kehilangan indera penciuman kemungkinan menjadi pertanda penularan Covid-19 yang lebih meyakinkan.
Editor: Rekarinta Vintoko
Hal yang harus diwaspadai adalah kehilangan penciuman tanpa hidung tersumbat atau berair, jelas Prof Batterham.
Kehilangan penciuman ini terjadi karena virus telah menyerang sel-sel yang berada di bagian belakang hidung, tenggorokan dan lidah.
Ini berbeda dari pengalaman mereka yang terkena flu biasa, ketika perubahan indera penciuman dan rasa terjadi karena saluran pernapasan tersumbat.
Para peneliti King's College London, yang mengoperasikan aplikasi Penelitian Gejala Covid, sebelumnya memperkirakan 60% orang dengan Virus Corona telah kehilangan indera penciuman dan perasa.
• Pakar Sebut Pemerintah Indonesia Harus Segera Sediakan Tes Antigen Covid-19: Tak Harus Tunggu Murah
Meskipun kehilangan indera penciuman dianggap sebagai gejala ringan dan tak perlu dibawa ke rumah sakit, Prof Batterham menunjukkan potensi bahaya dari hilangnya indera penciuman, di antaranya tak mampu untuk mendeteksi asap, gas yang bocor atau makanan yang sudah busuk.
Dalam jangka panjang, ini juga bisa berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup seseorang.
Ribuan orang orang melalui internet membagikan pengalaman atas kekhawatiran terhadap kebakaran, atau tak mampu untuk mencium bau asap.
Beberapa orang mengatakan secara terus menerus mencium bau "sampah" busuk atau mengalami rasa mengecap besi, sebagian lagi bercerita tak dapat mengenali rasa makanan yang sudah berbulan-bulan.
Hal ini bahkan terjadi ketika mereka sudah dinyatakan negatif dari Virus Corona.
Kelompok orang yang hanya kehilangan indera penciuman tanpa mengalami adanya gejala lain kemungkinan juga dapat menjadi "risiko terbesar" bagi orang lain, karena mereka mungkin merasa sehat dan menjalani aktivitas sehari-hari, kata Prof Batterham.
Meskipun keduanya sering beriringan, kehilangan atau perubahan penciuman lebih sering terjadi dari pada kehilangan indera perasa di antara orang-orang yang sudah sembuh dari infeksi Virus Corona, katanya.
Penelitian ini dilakukan pada saat kehilangan penciuman dan rasa belum diakui sebagai gejala dari Virus Corona.
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul Covid-19: Kehilangan indera penciuman menjadi gejala Virus Corona 'yang lebih meyakinkan' ketimbang batuk, sebut penelitian