Breaking News:

Terkini Daerah

Kapolres Pelalawan Asuh Bocah yang Dibuang Orangtuanya: Daripada Mati, Lebih Baik Saya Rawat

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengasuh anak yang disiksa oleh ayah kandungnya.

Capture YouTube TvOne
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengaku hendak mengangkat anak yang viral karena menjadi korban penganiayaan dan dibuang orang tuanya sendiri di Riau, dalam Apa Kabar Indonesia Pagi, Senin (30/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko mengasuh anak yang disiksa oleh ayah kandungnya.

Bocah berinisial RFZ (10) ini disiksa oleh ayahnya DZ (34) dan dibuang ibunya MZ (33) sewaktu tinggal di komplek perusahaan di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kapolres Pelalawan mengaku mengasuh anak tersebut supaya tidak lagi mendapat kekerasan dari orangtuanya.

Menurutnya, jika korban dikembalikan lagi kepada orangtuanya, dikhawatirkan akan kejadian lebih parah lagi.

Viral di media sosial seorang anak laki-laki diduga dibuang oleh orang tuanya di pom bensin di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Viral di media sosial seorang anak laki-laki diduga dibuang oleh orang tuanya di pom bensin di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. (Kompas.com)

"Kalau saya kembalikan juga ke keluarganya, takutnya nanti kejadian yang lebih parah lagi. Dari pada anak ini mati makanya saya selamatkan," ucap Indra Wijatmiko saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/9/2020) malam.

Ia menyebutkan, korban mengalami depresi berat akibat disiksa ayahnya hingga dibuang ibunya.

Aksi penyiksaan itu dialami korban selama setahun.

Kapolres Pelalawan Ungkap Kondisi Anak yang Dibuang Orangtuanya, setiap Mandi Kuku Dibungkus Plastik

Korban, kata Indra, dipukul pakai tang dan juga kayu.

Luka memar hampir disekujur tubuh korban.

"Anak ini mengalami depresi berat. Tidak mau bicara, tidak mau makan. Makanya dia saya ambil menjadi anak angkat," kata Indra.

Selama dua hari tinggal bersamanya, menurut dia, kondisi korban sudah mulai membaik dan ceria.

Namun, luka-luka ditubuh korban masih perlu mendapat perawatan dan memulihkan psikologis anak.

"Saya sama istri di rumah sedang berupaya memulihkan psikologisnya. Kalau luka di tubuhnya masih parah, seperti di punggung, rusuk, kaki, dan kepala."

"Kuku kaki dicopot semuanya pakai tang. Kalau sekarang mau mandi, kukunya harus dibungkus pakai plastik biar enggak perih kena air sabun."

"Saya juga panggil dokter ke rumah untuk merawatnya. Sekarang kondisinya sudah mulai membaik, sudah bisa bersepeda," sebut Indra.

Alasan Kapolres Adopsi Bocah Viral di Medsos Disiksa Orangtua dan Ditemukan SPBU: Takut Down Lagi

Masuk SD

Indra juga mengatakan akan menyekolahkan korban ke sekolah dasar.

Saat ini ia sedang mengurus pindahan sekolah korban.

"Dia ini kan kelas dua SD. Jadi saya bawa ke Polres karena sekolahnya terlalu jauh di kampung. Saya akan koordinasi dengan dinas pendidikan untuk pindah sekolahnya. Kalau saya lihat anak ini cerdas, kreatif dan pandai matematika," kata Indra.

Ia berharap kasus kekerasan terhadap anak di bawah tidak terjadi lagi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved