Terkini Daerah
Sosok Suami Baru dalam Tewasnya Anak dan Ibu di Pontianak, Pernikahan Tak Direstui Keluarga Korban
Menghilang sejak istri dan anak angkatnya tewas, AL disebut pernah mengancam korban hingga pengakuan keluarga korban soal pernikahan AL tidak direstui
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Keberadaan Alem alias AL sampai saat ini masih menjadi tanda tanya, yang bersangutan diketahui sudah tak lagi nampak batang hidungnya semenjak tewasnya S (39) yang merupakan istrinya, dan G (19) anak angkatnya, di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2020) malam.
Ngadinah, ibu dari S mengaku sudah memiliki firasat tak baik saat putrinya itu hendak menikah dengan AL.
Bahkan Ngadinah mengaku mendapat kabar dari rekan mendiang putrinya bahwa korban pernah diancam akan dibunuh oleh AL.

• Sebelum Tewas bersama Putrinya, sang Ibu Disebut Pernah Diancam akan Dibakar oleh Suami Barunya
Dikutip TribunWow.com dari TribunPontianak.co.id, Senin (28/9/2020), diceritakan oleh Ngadinah, umur pernikahan antara S dan AL baru berusia dua tahun.
Sebelum putrinya menikah dengan AL, Ngadinah bahkan mengaku sempat tak merestui hubungan keduanya.
Ngadinah sendiri tidak tahu menahu soal keberadaan AL saat ini.
"Enggak tahu ke mana, sudah kayak ditelan bumi,"ungkapnya, saat ditemui Tribun di TKP, Senin (28/9/2020).
Selama menjalani rumah tangga bersama AL, S tidak pernah sekalipun curhat mengenai hubungannya dengan AL kepada ibunya.
Ngadinah justru mendapatkan kabar tak mengenakkan dari seorang rekan S.
Berdasarkan cerita dari rekan S, korban diketahui pernah diancam oleh AL akan dibakar hingga dibunuh.
"Sama saya ndak pernah terbuka dia, tetapi sama kawan - kawannya ada, kata kawannya dia cerita, dia diancam mau dibakar, dibawakan bensin, katanya kalau dia ndak mau balik sama suaminya, dia mau dibunuh,"ungkap Ngadinah.
Kini Ngadinah hanya berharap pelaku yang bertanggung jawab atas tewasnya S dan G dapat segera ditangkap.
"Saya mohon bisa dapat pelakunya, kalau bisa dihukum mati."
"Saya ndak rela, anak saya sama cucu saya yang ndak tau apa - apa, dak ngerti apa - apa kok dibunuh gitu," ungkap Ngadinah dengan bercucur air mata saat ditemui di lokasi kejadian menyaksikan olah TKP lanjutan petugas kepolisian, Senin (28/9/2020).
Mengingat momen dirinya mendapati putrinya tewas bersimbah darah, Ngadinah tak habis pikir mengapa ada orang yang tega membunuh anak dan cucunya.
"Saya itu langsung jatuh, ndak kuat, ya Allah, anak saya meninggal. Saya dibawa ke kantor lurah, pas saya di kantor lurah, ada yang ngasi tahu G juga meninggal, kepalanya pecah. Ya Allah sekejamnya manusia mana kok bisa berbuat seperti ini," ungkap Ngadinah.
• Pesan Terakhir Gadis di Pontianak sebelum Tewas Bersama Ibunya, Sempat Ngobrol dengan Ayah Kandung
Suami Baru Korban Hilang
Berdasarkan penjelasan dari Yogi yang merupakan keluarga dari pihak korban, penghuni rumah tersebut bukan hanya kedua korban saja, tetapi juga ada suami baru korban berinisial AL.
Tetapi saat jasad ditemukan, keberadaan AL masih menjadi misteri.
Sesampainya di sana, pihak keluarga korban menemukan sejumlah kejanggalan pada rumah korban.
Kejanggalan tersebut di antaranya adalah lampu rumah berada dalam kondisi mati, dan posisi gorden jendela yang terbuka keluar.
Keanehan yang lain adalah pihak keluarga melihat ada sesuatu tergeletak ketika mengintip ke dalam rumah lewat jendela.
Yogi mengatakan, seusai melihat keanehan tersebut, pihak keluarga akhirnya mendobrak masuk ke rumah korban.
"Itu posisinya si G di dalam kamar, S nya di luar, darahnya sudah kering, kayaknya sudah tiga hari," ungkap Yogi.
• Penjual Bubur yang Bantai Orangtua Dikenal sebagai Anak Manja, Sehari-hari Dagangan Disiapkan Ibu
Berdasarkan penjelasan dari Yogi, penghuni rumah tersebut bukan hanya kedua korban saja, tetapi juga ada suami baru korban berinisial AL.
Tetapi saat jasad ditemukan, keberadaan AL masih menjadi misteri.
Pada rumah korban, tidak ada barang-barang berharga yang menghilang dari rumah tersebut.
"Kondisi di dalam tidak ada barang-barang berharga yang hilang," jelas Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin.
Meskipun memang menjadi suami baru korban, AL sendiri jarang menempati rumah tersebut.
"Kita masih mencoba menghubunginya, tapi menurut keterangan saksi yang bersangkutan memang jarang ada di rumah," kata Komarudin.
S sang ibu diketahui tergeletak di ruang tamu.
Sedangkan putrinya ditemukan tewas di ruang tengah rumahnya.
"Pertama kali yang menemukan adalah keluarga. Karena selama beberapa hari dihubungi tidak ada respons, padahal handphone putrinya aktif," ujar Komarudin.
"Lalu keluarga datang ke sini, dan sampai di lokasi lampu dalam keadaan mati. Saat dihidupkan, diintip dari luar, korban sudah tergeletak, di ruang tamu," sambungnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, kedua korban diperkirakan telah tewas lebih dari satu hari.
"Kalau dilihat dari kondisi jasad korban, dan bekas di TKP, diperkirakan satu atau dua hari korban sudah meninggal dunia," ujar Komarudin.
• Emosi Tak Boleh Cari Kerja ke Luar Kota, Penjual Bubur Bantai Ayah dan Ibunya hingga Kini Kritis
Forensik: Penganiayaan Banyak di Ibu
Hasil otopsi menunjukkan ada luka yang berbeda pada jasad ibu dan anak yang ditemukan tewas di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2020) malam.
Jasad berinisial S (40) dan G (19) itu masing-masing memiliki bekas luka yang berbeda.
Luka bekas serangan senjata tajam banyak ditemukan di jasad S, sedangkan jasad sang anak yakni G, banyak ditemukan luka bekas serangan senjata tumpul.
Dikutip dari TribunPontianak.co.id, Kamis (24/9/2020), hasil otopsi tersebut diungkapkan oleh Ahli Forensik Kalbar, dr. Monang Siahaan M. Ked (for), SpF.
Dokter Monang mengatakan, ditemukan banyak luka di sekujur tubuh korban.
"Pada jasad ibu kita temui kejanggalan didalam rongga kepala, lalu rongga dada sebelah kanan," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soedars Pontianak, Kamis (24/9/2020).
"Untuk si anak, kita dapati kejanggalan di kepala, dan rongga rahang sebelah kiri, di tubuh korban juga ditemui memar-memar," sambungnya.
Sedangkan penyebab kematian kedua korban disebut berasal dari luka di bagian kepala.
"Kalau untuk jasad si ibu, itu dominannya senjata tajam, Kalau si anak lebih dominan ke senjata tumpul, walaupun ada tanda dari senjata tajam,"kata dr. Monang.
Berdasarkan hasil pemeriksaannya, kedua korban tersebut diduga telah tewas lebih dari 18 jam setelah waktu kematian mereka.
"Darah pada rambut korban ini sudah beku, mengikat menjadi anyaman yang susah di pisahkan, jadi bukan baru meninggal, dan pada permukaan tubuhnya itu darahnya sudah pada mengering, dan beraroma yang khas,"ujarnya.
Fakta lain yang berhasil diungkap adalah luka penganiayaan lebih banyak ditemukan pada jasad sang ibu.
"Dan intinya, dari hasil otopsi, efek dari penganiayaan tersebut lebih banyak di jumpai pada sang ibu," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari tribunpontianak.co.id dengan judul FAKTA BARU Mahasiswi dan Ibunya Dibunuh di Kota Pontianak Kalbar, Bapak Baru Geby ke Mana?, Putri dan Cucunya di Bunuh Dengan Sadis, Ngadinah Ungkap Putrinya Terima Ancaman Dibakar dan dibunuh, dan Anak dan Cucunya Tewas Dibunuh, Ngadinah Harap Pelaku Segera Tertangkap dan Dihukum Mati