Terkini Daerah
Sosok Suami Baru dalam Tewasnya Anak dan Ibu di Pontianak, Pernikahan Tak Direstui Keluarga Korban
Menghilang sejak istri dan anak angkatnya tewas, AL disebut pernah mengancam korban hingga pengakuan keluarga korban soal pernikahan AL tidak direstui
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
S sang ibu diketahui tergeletak di ruang tamu.
Sedangkan putrinya ditemukan tewas di ruang tengah rumahnya.
"Pertama kali yang menemukan adalah keluarga. Karena selama beberapa hari dihubungi tidak ada respons, padahal handphone putrinya aktif," ujar Komarudin.
"Lalu keluarga datang ke sini, dan sampai di lokasi lampu dalam keadaan mati. Saat dihidupkan, diintip dari luar, korban sudah tergeletak, di ruang tamu," sambungnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, kedua korban diperkirakan telah tewas lebih dari satu hari.
"Kalau dilihat dari kondisi jasad korban, dan bekas di TKP, diperkirakan satu atau dua hari korban sudah meninggal dunia," ujar Komarudin.
• Emosi Tak Boleh Cari Kerja ke Luar Kota, Penjual Bubur Bantai Ayah dan Ibunya hingga Kini Kritis
Forensik: Penganiayaan Banyak di Ibu
Hasil otopsi menunjukkan ada luka yang berbeda pada jasad ibu dan anak yang ditemukan tewas di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2020) malam.
Jasad berinisial S (40) dan G (19) itu masing-masing memiliki bekas luka yang berbeda.
Luka bekas serangan senjata tajam banyak ditemukan di jasad S, sedangkan jasad sang anak yakni G, banyak ditemukan luka bekas serangan senjata tumpul.
Dikutip dari TribunPontianak.co.id, Kamis (24/9/2020), hasil otopsi tersebut diungkapkan oleh Ahli Forensik Kalbar, dr. Monang Siahaan M. Ked (for), SpF.
Dokter Monang mengatakan, ditemukan banyak luka di sekujur tubuh korban.
"Pada jasad ibu kita temui kejanggalan didalam rongga kepala, lalu rongga dada sebelah kanan," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soedars Pontianak, Kamis (24/9/2020).
"Untuk si anak, kita dapati kejanggalan di kepala, dan rongga rahang sebelah kiri, di tubuh korban juga ditemui memar-memar," sambungnya.
Sedangkan penyebab kematian kedua korban disebut berasal dari luka di bagian kepala.
"Kalau untuk jasad si ibu, itu dominannya senjata tajam, Kalau si anak lebih dominan ke senjata tumpul, walaupun ada tanda dari senjata tajam,"kata dr. Monang.
Berdasarkan hasil pemeriksaannya, kedua korban tersebut diduga telah tewas lebih dari 18 jam setelah waktu kematian mereka.