Breaking News:

Virus Corona

Luhut Diberi Tugas Spesial oleh Jokowi soal Covid-19, Najwa Shihab: Kenapa Tidak Menkes Terawan?

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab soal penugasan khusus dirinya dalam menangani pandemi Covid-19.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
youtube kompastv
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam saluran YouTube kompastv, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjawab soal penugasan khusus dirinya dalam menangani pandemi Covid-19.

Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (23/9/2020).

Diketahui, Luhut dan timnya mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk penanganan Covid-19 khusus di 9 provinsi dengan jumlah kasus tinggi, dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/9/2020).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk penanganan Covid-19 khusus di 9 provinsi dengan jumlah kasus tinggi, dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/9/2020). (Youtube/Najwa Shihab)

Diminta Evaluasi Covid-19 sampai soal Tugas Khusus, Luhut: Najwa Selalu Mencari yang Salah Saja

Namun presenter Najwa Shihab mempertanyakan alasan Menteri Kesehatan Terawan tidak ditunjuk untuk tugas khusus tersebut.

"Pak Luhut, kenapa tidak langsung ke Menkes Terawan? Kementerian teknis kesehatan yang justru punya perangkat sampai ke daerah," singgung Najwa Shihab.

Luhut menjelaskan posisinya membutuhkan koordinasi yang lebih luas daripada yang dimiliki wewenang menteri kesehatan.

Ia menduga hal itu menjadi alasan Presiden Jokowi memilih dirinya.

"Kan ini mengkoordinasikan banyak, bukan hanya dari Kodam, dari Polri, ada juga dari Satgas. Ini 'kan bisa disatukan," jawab Luhut Pandjaitan.

"Mungkin presiden melihat ini lebih cepat, lebih efektif, saya ditugasin," tambahnya.

Ia lalu menjelaskan strategi penanganan yang akan digunakan timnya.

"Strategi kita itu penanganan rumah sakit, penanganan karantina, penanganan massal di hulu, soal sosialisasi protokol kesehatan," papar Luhut.

Respons Luhut saat Penjelasannya Dipotong Najwa Shihab soal Pilkada 2020: Dengar Dulu

Luhut menjelaskan dirinya turut bertanggung jawab kepada presiden langsung.

Di luar tugasnya, Luhut menilai hal itu adalah wewenang Menkes Terawan.

Ia memberi contoh wewenang apa saja yang menjadi tugas menkes.

"Kemarin di Bogor saya sudah lapor presiden, sepertinya sudah mulai jalan, nanti menyangkut masalah di rumah sakit, standarisasi obat, kemudian protokol di rumah sakit, kelengkapan di rumah sakit, itu urusan menteri kesehatan," paparnya.

"Begitu juga dengan karantina, itu juga urusan menteri kesehatan. Mungkin juga nanti masuk Satgas," lanjut mantan Menko Polhukam ini.

"Menyangkut masalah hulu, bagaimana nanti mengkoordinasikan dengan Polri, TNI, Satpol, dengan gubernur, itu semua ada di Satgas," tambahnya.

Lihat videonya mulai menit 6:00

Muncul Isu Terawan Akan Di-reshuffle

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono memprediksi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak akan terkena perombakan kabinet (reshuffle).

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam acara Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (1/7/2020).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan membuka opsi reshuffle jika menterinya tidak mengubah sikap dalam menangani pandemi Virus Corona (Covid-19).

 Rahmat Effendi Sebut Alat Rapid Test dan PCR di Kota Bekasi Mulai Menipis

Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) lalu.

Menanggapi hal itu, Arief Poyuono menilai Jokowi tidak bermaksud menyinggung satu sosok menteri tertentu.

"Saya melihatnya Jokowi bicaranya keseluruhan, tidak hanya tertuju (kepada satu menteri)," jelas Arief Poyuono.

Ia bahkan memprediksi Terawan tidak akan terkena reshuffle.

"Itu hanya sebagai contoh saja Terawan dan saya enggak yakin Terawan akan terpental dari kabinet," ungkapnya.

Hal itu ia sampaikan mengingat fenomena Covid-19 ini adalah hal baru di Indonesia.

Menurut dia, wajar saja jika Covid-19 masih perlu dipelajari.

"Apapun Covid ini kan sesuatu yang baru yang harus ditangani. Enggak ada kita punya pengalaman menangani pandemi," papar Arief.

Arief bahkan menilai Jokowi tidak bermaksud marah dalam pidatonya tersebut.

Menurut Arief, pidato itu hanya bermaksud memotivasi.

"Artinya semua pasti panik, karena itu inilah pentingnya Jokowi memotivasi, walaupun kata orang marah-marah," jelas Arief.

"Saya melihat beliau tidak marah," tambahnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang turut diundang dalam acara tersebut menimpali.

 Minta Najwa Shihab Hadirkan Menkes Terawan, M Qodari: Jangan Tjahjo Kumolo, Enggak akan Diganti

Ia menyinggung latar belakang Terawan sebagai dokter tentara membuatnya tidak akan di-reshuffle.

"Saya tambahkan satu lagi, karena beliau adalah representasi dari Partai TNI," sahut M Qodari sambil terbahak-bahak.

Arief Poyuono segera membantah bukan karena alasan itu Terawan tidak akan terkena reshuffle.

Menurut dia, tanggung jawab penanganan Covid-19 juga dibebankan kepada Gugus Tugas.

"Bukan masalah TNI atau apa, saya melihatnya sejauh ini Covid ini ada Gugus Tugas, tidak langsung di Terawan," kata Arief.

Presenter Najwa Shihab meminta Arief berkomentar tentang kinerja Terawan yang menjadi sorotan publik.

"Jadi menurut Anda kinerja Terawan masih di atas rata-rata?" tanya Najwa Shihab.

"Masih di atas rata-rata kalau saya melihat tadi PPNI bicara seperti itu. Kan melihat birokrasi lama yang belum mau mengubah ke arah yang (lebih baik)," jawab Arief. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Tags:
Luhut Binsar PandjaitanJokowiVirus CoronaCovid-19Menkes Terawan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved