Breaking News:

Kabar Tokoh

Disebut Najwa Shihab 'Menteri Segala Urusan' dan Paling Powerful, Luhut Tersenyum: Persepsi Silakan

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini diberi tugas khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Claudia Noventa
Humas Kemenko Maritim dan Investasi
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). 

Mendengar pertanyaan Najwa Shihab, Luhut hanya tersenyum.

"Ya, 'kan Anda lihat saya biasa saja. Apa yang berubah dari saya, 'kan enggak ada," jawabnya singkat.

Diketahui berbagai posisi yang pernah dijabat Luhut adalah Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999–2000), Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional (2000–2001), Pangkat Jenderal TNI (1999), Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (2015–2016), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019), dan yang tengah dijabat saat ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–sekarang).

Lihat videonya mulai menit ke-7:30:

Luhut Singgung Pihak yang Buat Kerumunan karena Birahi Kekuasaan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti sikap masyarakat yang masih nekat melakukan kerumunan di tengah pandemi Covid-19 atau Virus Corona.

Luhut juga menyinggung ada pihak yang memang sengaja menggelar kegiatan yang padahal justru mengundang adanya kerumunan.

Apalagi dikatakannya kegiatan tersebut memiliki tujuan yang mengarah ke politik.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa 'Trans7' Rabu (23/9/2020).

 Saat Najwa Shihab Titip Salam ke Luhut untuk Menkes Terawan: Apakah Ada yang Batasi Kemunculannya?

"Saya imbau kalau tidak kita membuat kita disiplin siapa lagi," ujar Luhut.

"Jadi misalnya berkumpul rame-rame itu, seperti misalnya ada orang, ada pikiran-pikiran politiknya, dikontrol-lah birahi kekuasaannya dulu," ujar Luhut.

"Karena akibat dari dia itu, bahwa ada kluster sadar enggak bahwa dengan kumpul-kumpul rame itu bisa kena dan mati, hanya karena birahi kekuasaan saja, birahi politik saja," jelasnya,

Menurutnya, kegiatan yang mengundang massa banyak tidak tepat untuk dilakukan pada waktu sekarang ini.

Halaman
123
Tags:
Najwa ShihabLuhut Binsar PandjaitanMata NajwaJokowi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved