Prakiraan Cuaca
Udara Sangat Panas Melanda Jogja dan Jawa Tengah Beberapa Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG
- Cuaca sangat panas terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Cuaca sangat panas terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam beberapa hari terakhir terasa lebih panas dibandingkan hari biasanya.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan suhu udara yang panas saat ini disebabkan adanya gerak semu matahari.
• Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Tahap 4, Disalurkan untuk 2,8 Juta Pekerja, Segera Cek Rekeningmu
Ia mengatakan pada bulan September ini posisi matahari berada di bumi belahan Utara dan bergerak ke bumi belahan Selatan melewati Khatulistiwa.
"Pada tanggal 23 September nanti posisi matahari tepat berada di Khatulistiwa. Sehingga radiasi yang diterima cukup maksimal dan mengakibatkan suhu udara yang dirasakan lebih panas dari biasanya," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (20/9/2020).
Ia menambahkan, untuk suhu udara tertinggi di bulan September khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat mencapai 36 derajat celcius.
Reni mengungkapkan, fenomena matahari mendekati garis Khatulistiwa ini disebut Equinox.
Menurut dia fenomena tersebut sangat lazim terjadi.
Fenomena ini menurut dia terjadi dua kali dalam satu tahun.
• Vicky Prasetyo Ngaku Tak Dendam dengan Angel Lelga: Saya Ditransisikan untuk Lebih Dekat sama Allah
Equinox dapat dirasakan pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September atau ketika memasuki peralihan musim.
"Saat ini suhu udara di DIY tercatat 36 derajat celcius. Kalau biasanya suhu maksimal di DIY hanya 30-32 derajat celcius saja," jelasnya.
Dampak dari suhu udara yang panas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak cukup berbahaya.
Hanya saja Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau agar mewaspadi gangguan dehidrasi.
BMKG memperkirakan peningkatan suhu udara dapat berlangsung hingga Oktober mendatang.
"Peningkatan suhu udara ini karena matahari mendekati dan akan berada di garis khatulistiwa. Sehingga suhu udara jauh lebih tinggi dari suhu biasanya," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (20/9/2020).
Ia menambahkan, suhu maksimal di DIY biasanya hanya 30-32 derajat celcius.
Adanya peningkatan suhu udara tersebut menurut dia tidak terlalu berdampak besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-suhu-panas.jpg)