Terkini Daerah
Nasib Pemilik Layangan Ukuran 2 Meter yang Jatuh dan Buat Gardu Travo PLN di Tulungagung Meledak
Sebuah layangan berukuran 2 meter yang diterbangkan warga Majan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, jatuh dan menyangkut di kabel PLN.
Editor: Lailatun Niqmah
Namun, saat itu ukurannya lebih kecil dan proses evakuasi berjalan cepat.
“Kalau kemarin sepertinya listrik sengaja dipadamkan oleh PLN, untuk menurunkan layang-layang yang nyangkut,” ujarnya.
Menurut Petugas Layanan Teknis PLN ULP Tulungagung, Adi Prayitno, sudah lebih dari 10 kali terjadi ledakan karena layang-layang.
Bahkan kasus di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu, terjadi pemadaan hingga pagi hari.
Hal ini karena petugas butuh waktu untuk penelusuran hingga penggantian alat.
• Ribuan Pelanggan PLN Terkena Dampak Pemadaman Listrik karena Benang Layang-layang yang Picu Korslet
“Kalau tidak ada laporan kami harus menelusuri sepanjang jalur untuk menemukan penyebab listrik padam,” ungkap Adi.
Lanjut Adi, PLN sudah melakukan sosialisasi lewat kepala desa, agar para penghobi layangan ini tidak membahayakan jaringan listrik.
Selain itu, PLN juga sudah membagikan selebaran hingga ke desa-desa.
Namun hingga kini layang-layang tetap mendominasi sebagai penyebab padamnya listrik di wilayah Tulungagung.
“Ada penyebab lain seperti binatang. Tapi jumlahnya tidak sebanyak karena layang-layang,” tambah Adi.
Masih menurut Adi, para pelanggan dirugikan karena pemadaman ini.
Selain itu, PLN juga rugi karena setiap kali terjadi ledakan, pasti ada alat yang rusak.
• Viral Ibu Aniaya Bocah 10 Tahun Pakai Balok Kayu hingga Lebam-lebam karena Tak Ikut Belajar Daring
Jika alat yang rusak adalah travo, maka PLN harus mengganti travo baru dengan harga sekurangnya Rp 100 juta.
“Harganya (travo) tergantung besar kecilnya. Tapi yang paling kecil sekitar Rp 100 juta,” kata Adi.
Dalam kejadian di Desa Majan ini, petugas PLN akhirnya bisa menemukan pemilik layang-layang.