Terkini Daerah
Bocah 8 Tahun Dibunuh Ibu karena Susah Belajar Online, Terungkap saat Warga Curiga Ada Makam Baru
Nasib naas dialami seorang bocah berusia 8 tahun di Kota Tangerang, Banten.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Hal itu dilakukan agar tidak diketahui orang lain.
• Guru Keluhkan Kesulitan Belajar Online, Jokowi: Kalau Anak Terpapar Covid, Semuanya Jadi Salah
Mereka lalu membawa korban yang sudah tewas itu ke TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak, dengan menggunakan sepeda motor.
Di lokasi tersebut, korban lalu dikuburkan dengan kondisi masih berpakaian lengkap.
Setelah aksi mereka dirasa aman, lalu untuk menghilangkan jejak tersebut, LH dan suami membuat laporan kehilangan anak kepada polisi di Polsek Setiabudi, Jakarta.
"Setelah melakukan penguburan jenazah, mereka sempat pulang dan pindah kontrakan, dan buat laporan polisi anaknya hilang dua hari kemudian," kata David.
Untuk menyakinkan polisi itu, pelaku juga membawa saudara kembar korban.
Di hadapan polisi, anak tersebut diperintah pelaku untuk mengatakan jika saudaranya hilang saat sedang bermain.
"Saudara kembarnya ini bilang saat dimintai keterangan polisi jika korban hilang saat sedang bermain," kata David.
• Motif Orangtua Aniaya Anaknya hingga Tewas, Pelaku Kesal Korban Sulit Diajari Belajar Online
Terungkap saat makam ditemukan warga
Kasus pembunuhan tersebut baru terungkap beberapa minggu kemudian atau tepatnya pada Sabtu (12/9/2020).
Awalnya, warga di sekitar lokasi pemakaman curiga dengan adanya makam baru.
Padahal, saat itu diketahui tidak ada yang meninggal dunia sejak beberapa pekan terakhir.
Karena curiga, warga kemudian melaporkannya kepada polisi.
Saat itu juga, makam dibongkar oleh warga bersama petugas polisi.
Warga terkejut, karena setelah dilakukan penggalian ditemukan sesosok jenazah seorang bocah perempuan yang diketahui masih lengkap dengan pakaiannya.