Breaking News:

Terkini Nasional

MAKI soal Pinangki: Sebaik Apapun Penyidikan di Kejagung akan Dicurigai, Buruk di KPK Diapresiasi

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kembali meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menyerahkan kasus Jaksa Pinangki kepada KPK.

Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman kembali meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menyerahkan kasus Jaksa Pinangki kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Boyamin, dengan menyerahkan kasus tersebut kepada KPK, tentunya bisa menyelamatkan kepercayaan dan reputasi Kejaksaan Agung itu sendiri.

Hal itu diungkapkan dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Rabu (9/9/2020).

Kolase Jaksa Pinangki (kiri) dan Koordinator MAKI Boyamin Saiman (kanan)
Kolase Jaksa Pinangki (kiri) dan Koordinator MAKI Boyamin Saiman (kanan) (Kolase KOMPAS.ID/Apa Kabar Indonesia tvOne)

 

Sebut Kejagung Banyak Pengalihan Isu, Boyamin: Mau Disederhanakan Hanya Peran Pinangki Buka Warung

 Boyamin Tertawakan Kejagung yang Munculkan Kabar Saksi Kunci Djoko Tjandra Meninggal: Sudah Februari

Dilansir TribunWow.com, Boyamin mengatakan ketika kasus Jaksa Pinangki masih terus ditangani oleh Kejaksaan Agung maka dirinya memastikan banyak yang akan tidak percaya dan merasa curiga dengan hasil pemeriksaannya.

Karena banyak pihak yang memiliki pandangan negatif terkait adanya dugaan konflik kepentingan.

Sebaliknya, jika ditangani oleh KPK yang notabene lebih bersifat independen, maka masyarakat jauh lebih percaya.

Meskipun andai kata nanti penanganannya di KPK justru lebih buruk daripada Kejagung.

"Ini yang justru harus dicermati dan saya selalu mengatakan lebih baik ini diambil alih oleh KPK saja, karena asas manfaat," ujar Boyamin.

"Jadi sebaik apapun penyidikan oleh Kejaksaan Agung masyarakat curiga, tapi kalau oleh KPK seburuk apapun diapresiasi," jelasnya.

Boyamin lantas menyinggung kasus-kasus besar yang juga sedang ditangani Kejagung, seperti misalnya kasus korupsi di Jiwasraya hingga kasus BPJS.

Dirinya menyarankan supaya Kejagung bisa lebih fokus dalam menangani kasus-kasus tersebut.

Boyamin Ungkap Kehidupan Mewah Jaksa Pinangki dengan Gaji hanya 13 Juta: Operasi Hidung ke Amerika

Selain itu, ia berharap banyak kepada Ketua Komisi Kejaksaan untuk ikut mendorong Kejagung menyerahkan kasus Jaksa Pinangki ke KPK.

"Yang kedua sekali lagi Kejaksaan Agung PR-nya masih banyak, Jiwasraya, Danareksa, BPJS, juga impor tektis Batam dan itu nilainya triliunan semua," kata Boyamin.

"Jadi sebenarnya ini lebih baik Kejaksaan fokus di situ, dan urusan Jaksa P diserahkan ke KPK aja," harapnya.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved