Pilkada Serentak 2020
Soal Mahar Politik Miliaran Rupiah, Refly Harun Tantang Calon Pilkada: Siapa Berani Tunjuk Tangan?
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti praktik mahar politik senilai miliaran rupiah untuk mendapat rekomendasi partai politik.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti praktik mahar politik senilai miliaran rupiah untuk mendapat rekomendasi partai politik (parpol) untuk mengikuti pemilihan umum.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia ungkapkan dalam kanal YouTube Refly Harun, diunggah Selasa (8/9/2020).
Sebelumnya Bupati Jember Faida mengungkapkan butuh biaya miliaran rupiah untuk mendapat rekomendasi dari partai politik.
• Jawab Tudingan Jadi Boneka Gibran di Pilkada Solo, Tim Bajo: Masyarakat Mungkin Hampir Terbius
Menanggapi hal itu, Refly menilai praktik ini sudah lazim dalam setiap pemilihan.
Awalnya ia mengutip berita dari Kompas.com terkait pernyataan Faida.
"Kalau dalam pilkada itu mencari rekomendasi saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gaji bupati semua orang tahu, rata-rata Rp6 juta, kalau ada insentif dan lain-lainnya," kata Faida dikutip dari video tersebut.
Refly membenarkan gaji pokok seorang bupati sesuai dengan yang disebutkan Faida, tapi ada tambahan insentif dan tunjangan yang nilainya mencapai lima kali lipatnya.
"Maksudnya ini tambahan insentif lain-lainnya bisa sampai Rp30 juta per bulan," komentar Refly Harun.
Faida beralasan dirinya enggan melanggengkan praktik mahar karena membuatnya tidak bisa menjadi pemimpin yang tegak lurus.
"Dengan biaya puluhan miliar, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus, apabila mengawali pencalonan pilkada dengan cara yang kurang terhormat, membeli kesempatan,” kata Faida.
Refly Harun kembali menyinggung Faida yang akan maju kembali dalam pilkada mendatang sebagai calon independen.
Diketahui sebelumnya Faida sempat dimakzulkan oleh seluruh fraksi dalam DPRD Jember.
"Jangan lupa dia maju lewat jalur independen karena dimusuhi partai-partai di Jember," ungkit Refly.
• PKS Abstain di Pilkada Solo, Ujang Komarudin: Jika Tak Bisa Usung Calon, Jangan Kampanyekan Golput
Ia kembali mengutip berita terkait pernyataan kontroversial Faida tersebut, yang diduga bermaksud menyindir pihak tertentu.
"Saya menyampaikan itu tidak untuk menyinggung siapa-siapa, tapi sebagai pengalaman pribadi,” kata Faida usai pendaftaran calon kepala daerah di KPU Jember, Minggu (6/9/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/refly-harun-mengungkapkan-perbedaan-mendasar-dari-jokowi-periode-pertama-dengan-kedua.jpg)