Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Kutip Pesan Jokowi, Tim Bajo Yakin Gibran Tak akan Curang di Pilkada Solo: Kita Coba Percaya Saja

Bakal melawan putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Ketua Tim Pemenangan Bajo yakin bahwa Presiden Jokowi tak akan ikut campur di Pilkada Solo 2020.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
BPMI Setpres
Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka saat santap siang di rumah makan Ayam Goreng Kampung Mbah Karto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu, 28 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut keduanya berkomentar soal survei Calon Wali Kota Surakarta 2020-2025. Terbaru, tim Bajo meyakini bahwa Jokowi tidak akan mencampuri Pilkada Solo 2020, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Berangkat dari jalur independen, pasangan Bagyo Wahyono - Fx Supardjo (Bajo) bertekad untuk memenangkan Pilkada Solo 2020.

Pasangan Bajo yang merupakan seorang penjahit dan ketua RW itu nantinya akan berhadapan dengan musuh yang sangat kuat, yakni putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Meskipun lawannya adalah seorang anak presiden, Tim pemenangan Bajo percaya bahwa Jokowi tak akan ikut campur tangan di Pilkada Solo 2020 nanti.

Pasangan bakal calon perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) saat menjawab pertanyaan sejumlah pewarta.
Pasangan bakal calon perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) saat menjawab pertanyaan sejumlah pewarta. (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI)

Gibran Resmi Daftar Pilkada Solo 2020, Naik Sepeda dan Pakai Lurik Jawa, Didampingi Selvi Ananda

Dikutip dari TribunSolo.com, Minggu (6/9/2020), keyakinan bahwa Jokowi tidak akan ikut campur dinyatakan oleh Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso.

"Saya yakin pak Jokowi tidak akan mengambil bagian dalam Pilkada ini," kata Sigit, Minggu (6/9/2020).

Sigit percaya bahwa Jokowi justru akan memastikan Pilkada Solo 2020 nanti akan berjalan secara bersih.

"Saya lebih yakin justru akan mendukung terjadinya Pemilu yang baik, bersih, jujur, dan adil," ucap dia.

Ia lalu mengutip sebuah pesan dari Jokowi yang membuatnya percaya Pilkada di Solo akan berjalan bersih.

"Beliau pernah menyampaikan, 'jangan ada pernah mencari muka dihadapan saya terkait Pemilu atau Pilkada'. Kita coba percaya saja. Positif Thinking," tambahnya.

Sigit percaya bahwa pasangan Gibran-Teguh akan bertarung secara jantan melawan pasangan Bajo dalam Pilkada Solo 2020.

"Bajo bersama Tikus Pithi dan koalisi rakyat melakukan sesuai mekanisme yang ada," ujar Sigit.

"Dan Beliau mas Gibran juga menjalankan mekanisme yang ada. Bertarung secara gentle," tandasnya.

Bantah Tudingan Calon 'Boneka'

Langkah Bagyo berani maju menghadapi Gibran justru menuai kecurigaan bahwa Bagyo dan pasangannya sengaja dibuat sebagai calon boneka supaya Gibran tidak melawan kotak kosong.

Menanggapi isu jadi calon boneka, Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso secara tegas membantah kabar tersebut.

Dikutip dari TribunSolo.com, Minggu (6/9/2020), bantahan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso yang mengaku kerap mendapat isu negatif seputar langkah majunya Bajo di Pilkada Solo 2020.

"Beberapa waktu lalu banyak kita dengar di media, Bajo itu settingan, Bajo itu boneka. Itu sangat tidak benar," tegas Sigit, Minggu (6/9/2020).

"Bajo murni koalisi Tikus Pithi Hanoto Baris dengan masyarakat," tambahnya.

Sigit menyebut ada kemungkinan masyarakat mulai percaya akan isu Bajo hanyalah calon boneka di Pilkada Solo 2020.

"Untuk itu, berharap sekiranya saat ini bisa menyampaikan masyarakat mungkin hampir terbius," ujar Sigit.

Pihaknya kembali menyerahkan semuanya ke masyarakat untuk menilai.

"Tapi kita lihat nanti. Masyarakat yang menentukan. Kita tidak terkait, tidak terhubung dengan pihak manapun, kecuali masyarakat Solo," tutur Sigit.

Sigit berharap proses Pilkada Solo dapat berjalan lancar tanpa ada kecurangan apapun.

"Kita buktikan bersama-sama nanti kita berharap semua pihak bisa mendukung agar pencalonan Pilkada Solo betul betul pemilihan yang elegan," ucapnya.

"Pemilihan yang jujur dan bersih tanpa ada hal-hal yang bertentangan dengan regulasi yang ada," tandasnya.

Umbar Prestasi Rudy-Purnomo di Solo, Gibran Sebut Tidak Ada Anak Tak Bisa Sekolah: Itu adalah Bukti

Konspirasi Majunya Bajo Lawan Gibran

Sebelumnya, pakar hukum tata negara Refly Harun telah menanggapi majunya pasangan Bagyo Wahono-Supardjo (Bajo) dalam Pilkada Solo 2020.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, diunggah Sabtu (22/8/2020).

Diketahui pasangan yang menamakan diri dengan sebutan Bajo itu akan menantang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

"Saya sendiri merasa antara senang dan tidak senang," komentar Refly Harun menanggapi hal itu.

"Senangnya adalah bahwa ada orang yang berani menantang Gibran," lanjutnya.

Ia menilai majunya pasangan Bajo itu seolah-olah hendak meledek Gibran yang merupakan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Orang tersebut seperti meledek, cukup tukang jahit dan ketua RW yang menantang Gibran," katanya.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dan calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020, Gibran Rakabuming Raka
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dan calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020, Gibran Rakabuming Raka (Kolase Youtube Refly Harun/Kompas.com/RISKA FARASONALIA)

 Bukan Gibran, Peserta Terbaik Sekolah Partai PDIP Diraih Anna Morinda, Ini Sosoknya

Menurut Refly, sejauh ini tidak ada yang berani mengajukan diri sebagai penantang Gibran-Teguh.

Ia menyinggung latar belakang pasangan Bajo itu yang berasal dari orang biasa, yakni Bagyo adalah penjahit dan Supardjo adalah ketua RW.

Selain itu, Refly menyoroti Kota Solo yang menjadi basis suara PDIP.

"Yang berani orang biasa saja. Satu tukang jahit, satu kepala RW yang kita tahu kekuatan ekonominya seperti apa," ungkit pengamat politik itu.

"Untuk memenangkan kontestasi pilkada, kalau tidak ada sentimen yang luar biasa, rasanya berat. Apalagi ini di 'kandang banteng' dan di halaman presiden," lanjutnya.

Refly justru menduga lolosnya pasangan Bajo karena ada konspirasi.

Diketahui sebelum pasangan itu muncul, Gibran-Teguh diprediksi tidak memiliki penantang alias melawan kotak kosong.

"Jadi saya malah berpikir pakai konspirasi teori jadinya," ungkap Refly.

"Jangan-jangan penyelenggara pemilu sengaja meloloskan pasangan ini agar Gibran tidak melawan kotak kosong dan tidak menghadapi sentimen kotak kosong," terangnya.

Refly menegaskan jangan sampai penyelenggaraan pemilu harus melawan kotak kosong.

"Sentimen kotak kosong itu jauh lebih powerful dibandingkan mendukung pasangan tertentu," jelas mantan Komisaris PT Pelindo ini.

Menurut Refly, masyarakat Solo akan menjadi dilematis saat pilkada menjelang.

Ia menilai pasangan Bajo bisa dianggap tidak serius dalam mencalonkan diri karena tidak memiliki latar belakang politik yang mumpuni.

Jika hal itu terjadi, Refly berpendapat, masyarakat Solo cenderung akan memilih golput.

"Kalau golput, berapapun suara yang masuk maka itulah pemenangnya," tambah Refly.

Lihat videonya mulai menit 10:50

(TribunWow.com/Anung/Brigitta)

Sebagian artikel ini diolah dari Tribunsolo.com dengan judul Bakal Melawan Gibran, Tim Bajo Yakin Jokowi Tak Akan Campur Tangan: Bertarung Secara Gentle

Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiGibran Rakabuming RakaPilkada Solo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved