Breaking News:

Kabar Tokoh

Ini Pesan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus terkait Kenaikan Penumpang

Marsdya TNI Imran Baidirus mengingatkan naiknya penumpang atau pengguna transportasi umum harus diimbangi dengan diperketatnya protokol kesehatan.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TribunWow.com/Rilis
Staf Ahli Menhub, Cris Kuntadi (kanan) memberi penjelasan kepada Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus (kiri) disaksikan Kadaop Wilayah 8, Fredi Firmansyah di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jumat (28/08/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsdya TNI Imran Baidirus mengingatkan naiknya penumpang atau pengguna transportasi umum harus diimbangi dengan diperketatnya pelaksanaan protokol kesehatan.

Terjaminnya pelaksanaan protokol kesehatan akan mendorong pulihnya kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu, pihaknya akan melanjutkan kegiatan pemantauan di lapangan untuk daerah di Wilhan II.

Sistem pemantauan protokol kesehatan terkait dengan pengukuran suhu badan di Stasiun Madiun, Sabtu (29/08/2020)
Sistem pemantauan protokol kesehatan terkait dengan pengukuran suhu badan di Stasiun Madiun, Sabtu (29/08/2020) (TribunWow.com/Rilis)

Pernyataan itu ditegaskan Imran Baidirus di Jakarta pada Senin (31/08/2020) setelah kembali melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan selama tiga hari di Stasiun Gubeng Surabaya, Stasiun Madiun, Stasiun Yogyakarta dan Yogyakarta International Airport (YIA) pada akhir pekan lalu.

Pemantauan secara incognito dan tanpa pengawalan itu berlangsung selama tiga hari dari Jumat (28/08/2020) hingga Minggu (30/08/2020).

Kegiatan itu dilakukan Imran Baidirus bersama Staf Ahli Menhub Cris Kuntadi dan Konsultan Komunikasi Publik AM Putut Prabantoro.

Selain itu, Imran menyatakan apresiasinya kepada para Kadaop PT KAI yang telah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat bagi para penggunanya.

Para pengusaha transportasi umum terutama darat dan laut diharapkan dapat melaksanakan protokol kesehatan yang ketat juga sebagaimana dilakukan PT KAI.

“Harus ada kerjasama yang kuat dan penuh kesadaran antara pemilik dan sopir agar mematuhi protokol kesehatan. Bis antar kota, sebagai misalnya, tetap harus menjamin bahwa calon penumpang yang naik di tengah jalan juga telah melaksanakan protokol kesehatan. Tentu, sekali lagi ini harus ada kerjasama antara pemilik bus dan sopir,” tegas Imran Baidirus.

Sekalipun jumlah penumpang kereta api belum kembali ke angka sebelum pandemi, dijelaskan Imran Baidirus lebih lanjut, naiknya jumlah penumpang tiap bulan perlu diantisipasi pengawasannya.

Tentu ini memerlukan kerja keras bagi penyelenggara atau pemilik transportasi serta kesadaran para penumpang.

Kadaop Wilayah 6, Asdo Artriwiyanto saat memberi paparan kepada Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus (tidak nampak) di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Sabtu (29/08/2020).
Kadaop Wilayah 6, Asdo Artriwiyanto saat memberi paparan kepada Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus (tidak nampak) di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Sabtu (29/08/2020). (TribunWow.com/Rilis)

Yang perlu dipahami adalah, pulihnya kehidupan ekonomi hanya dapat terjadi jika protokol kesehatan terjamin pelaksanaannya.

Dalam paparannya di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kadaop Wilayah 8 PT KAI, EVP Fredi Firmansyah menjelaskan, jumlah penumpang meningkat sejak jatuh ke titik terendah pada bulan Mei 2020 (66.523 orang).

Penurunan drastis penumpang kereta api pada tahun 2020 terjadi pada April (119.112 orang), jika dibandingkan pada Januari (1.039.358 orang), Februari (958.854 orang) dan Maret (718.987 orang).

Setelah jatuh ketitik terendah pada Mei, kenaikan jumlah penumpang dimulai bulan Juni (120.598 orang), Juli (192.057 orang) dan per 23 Agustus (170.667 orang).

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Marsdya TNI Imran BaidirusStasiun kereta apiCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved