Terkini Nasional
Dicky Chandra Sempat Bingung dan Tak Percaya Giring Maju di Pilpres 2024, Berharap Tak Jadi 'Boneka'
Mantan Wakil Wali Kota Garut, Dicky Candra sempat tidak menyangka sekaligus tidak percaya soal majunya musisi Giring Ganesha.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Mantan Wakil Wali Kota Garut, Dicky Candra sempat tidak menyangka sekaligus tidak percaya saat dimintai tanggapan soal majunya musisi Giring Ganesha di Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, Dicky Chandra juga bahkan mengaku sama sekali belum mendengar kabar tersebut.
Hal itu diketahui dari tayangan Youtube beepdo, Selasa (25/8/2020).

• Mantap dan Optimis Maju di Pilpres 2024, Giring Ganesha: Saya Sadar Ini Enggak akan Mudah
• Ungkap Alasan Maju di Pilpres 2024, Giring Ganesha Ungkit Kehidupan Keluarganya di Krisis 98
"Ah serius ah, enggak," kata Dicky Chandra saat ditanya oleh wartawan.
Setelah mendapatkan kepastian, dirinya baru berani memberikan tanggapannya.
Dalam kesempatan itu, Dicky Chandra memberikan tanggapannya secara objektif dengan mengatakan bahwa siapapun warga negara Indonesia berhak dan berkesempatan untuk maju di pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres.
Namun dirinya berharap bahwa hak yang dimiliki oleh mereka harus bisa dimanfaatkan dengan baik, termasuk oleh Giring.
"Semua orang punya hak untuk menjadi apapun juga, terutama di pemerintahan Indonesia. Sah-sah aja, boleh-boleh aja." jelasnya.
Pria yang juga berprofesi sebagai pelawak itu tidak ingin ada calon-calon yang dalam tanda kutip hanya dijadikan sebagai boneka oleh partainya ataupun pihak tertentu lainnya.
"Tetapi tetap memang alangkah indah dan baiknya jangan sampai dibonekakan orang lain, atau dibonekakan oleh hawa nafsu," ungkapnya.
"Misalnya, tapi saya enggak bilang Giring kayak gitu, mudah-mudahan Giring tidak seperti itu."
"Jangan sampai terpengaruh orang lain, karena kepentingan dalam tanda kutip partai," jelasnya.
• Di Balik Klaim Giring Ganesha Didukung Sejumlah Parpol Maju Pilpres 2024, PSI: Secara Formal Belum
Dicky Chandra lantas memberikan gambaran tentang kondisi yang banyak terjadi di dunia perpolitikan.
Dikatakannya bahwa banyak partai politik yang hanya memanfaatkan popularitas ataupun efek dari seseorang itu untuk bisa mendongkrak nama partai ataupun kepentingan lainnya.
"Mislanya ada partai A yang mendorong kita untuk naikin partainya sendiri, artis jadi boneka, soal jadi enggaknya enggak apa-apa yang penting si partai ini kebawa," terang Dicky Chandra.
"Karena jabatan itu bukan mainan, tetapi betul-betul bagian dari sebuah tugas yang mulia dan tidak mudah untuk dilaksanakan," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit awal: