Terkini Daerah
Staf KPU di Yahukimo Sempat Alami Teror sebelum Dibunuh, Ibu Korban: Bodohnya Saya Tidak Melaporkan
Hampir 2 pekan berlalu sejak kasus pembunuhan staf KPU di Yahukimo yang dibacok oleh orang tidak dikenal. Hingga saat ini pelaku masih belum terungkap
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Nnamun ia mengatakan Sekretaris KPU Yahukimo tak berani menjelaskan secara detil kronologi pembunuhan Henry.
"Saya sempat menanyakan detail kejadian yang menimpa Henry kepada Sekretaris KPU Yahukimo, tetapi dia tidak berani menjelaskan secara detail,” kata Sugeng.
"Kami hanya ingin mempertanyakan, apa niatnya (pelaku) sampai melukai dan menghabisi anak saya," lanjutnya.
Sugeng berharap pelaku pembunuh Henry bisa diberikan hukuman setimpal.
"Tidak lebih, hanya minta keadilan. Pelaku penganiayaan Henri segera diberikan hukuman setimpal, sengaja atau tidak sengaja (saat melakukan penganiayaan)," katanya saat ditemui di rumah duka, Rabu (12/08/2020).
Dilansir TribunJogja.com, Rabu (12/8/2020), Sugeng mengatakan korban terakhir pulang ke kampung halaman saat terjadi kerusuhan di Papua pada tahun lalu.
"Sempat pulang tahun lalu, ada kerusuhan. Tetapi karena sebagai ASN harus ada di sana, dia langsung berangkat lagi. Kami hanya menjemput dan mengantar ke bandara," kenangnya.
Selama bekerja sebagai ASN di KPU Yahukimo, Sugeng mengatakan tahun 2019 lalu adalah kali pertama dan korban pulang dari berdinas.
Pertemuan Sugeng dengan Henri pada tahun 2019 lalu tak disangka menjadi pertemuan terakhir mereka.
• Kronologi Staf KPU di Papua Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal, Dihadang saat Pulang Antar Obat
Pelaku Tanya Negara Asal Korban
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/8/2020), kala itu Henry sedang bepergian bersama temannya yakni KM (38).
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, saat itu korban bersama rekannya tengah dalam perjalanan mengantar obat untuk rekan mereka yakni KP (30).
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Henry bersama KM diadang oleh orang tak dikenal.
Orang tak dikenal tersebut kemudian menanyakan kartu tanda penduduk (KTP) milik korban.
Pria tak dikenal itu memegang senjata tajam saat menanyakan KTP milik korban.