Terkini Nasional
Adian Napitupulu Kritik Balik KAMI yang Mengaku Gerakan Moral: Saya Lihat Pak Said Didu Sudah Emosi
Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu memberikan pandangannya terkait munculnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu memberikan pandangannya terkait munculnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Sebelumnya, KAMI dideklarasikan oleh beberapa tokoh di Tanah Air, mulai dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, pengamat politik Rocky Gerung, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu hingga mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Kamis (10/8/2020), Adian Napitupulu justru memberikan kritik balik kepada KAMI yang sebelumnya memberikan kritik serta tuntutan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

• KAMI akan Jadi Parpol? Gatot Nurmantyo: Kalau KAMI Berubah, Saya Tak akan Ada di Sini
Adian kemudian menyinggung sikap dari salah seorang anggota KAMI, yakni Said Didu yang terlihat sudah emosi dengan kritik yang ditujukkan kepada organisiasi tersebut.
Dirinya mengingatkan kepada Said Didu soal hukum sebab akibat, yakni berani mengkritik harusnya siap untuk menerima kritik.
"Mereka mengkritik pemerintah atas nama gerakan moral, nah saya coba mengkritisi materi-materi yang mereka sampaikan, tadi saya lihat Pak Said Didu sudah emosi, sampe bilang 'jangan begitu', segala macam. Tidak bisa," ujar Adian.
"Kalau kita mau mengkritik kita harus siap dikritik," jelasnya.
"Artinya bahwa menurut saya, sanggup enggak sih mempersiapkan diri kita juga untuk dikritik orang lain," katanya.
Dalam kesempatan itu, Adian memberikan kritik sekaligus mempertanyakan jati diri sebenarnya dari KAMI.
Termasuk juga menyoroti 8 poin tuntutan yang disuarakan.
Adian tidak ingin justru nantinya KAMI mempunyai tujuan lain di luar tuntutan yang diberikan.
• Gatot Nurmantyo Datangi Kampung Halaman Jokowi, Ketua KAMI Solo: Diam Ditindas atau Melawan
"Termasuk sanggup tidak ketika jati dirinya saya kritisi, sanggup tidak ketika 8 poin tuntutannya dikritisi oleh rakyat
"Menurut saya, saya jauh lebih bagus, kenapa saya tidak bicara mereka gerakan para mantan, saya mau mengkritisi ini," ungkap Adian.
"Organisiasi ini bentuknya seperti apa, ada dewan deklarator, ada komite, ada defisi-defisi. Kenapa namanya defisi, bukan bidang-bidang. Itu kualitasnya bisa berbeda," terangnya.
"Kan kita harus terbuka memperdebatkan itu," tegasnya menutup.
Simak videonya mulai menit ke- 0.58
Pertanyakan Aturan Ketat Kader Deklarasi KAMI