Terkini Nasional
Arteria Dahlan Tak Mau Anggap KAMI 'Barisan Sakit Hati': Kami Tidak Alergi Kritik
Munculnya gerakan KAMI yang diisi oleh tokoh-tokoh oposisi pemerintah, menimbulkan pro dan kontra dari berbagai macam pihak.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Munculnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) memicu pro dan kontra dari berbagai pihak.
Gerakan yang diisi sejumlah tokoh itu telah melemparkan beberapa tuntutan dan kritikan kepada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal tersebut, Politisi PDIP Arteria Dahlan justru menyambut baik gerakan KAMI, bahkan enggan menyebut mereka sebagai barisan sakit hati.

• KAMI Bantah Acara Deklarasi di Tugu Proklamasi Dibiayai Gatot Nurmantyo: Mereka Coba Cari Kesalahan
Dikutip dari YouTube tvOneNews, Rabu (19/8/2020), awalnya Arteria menceritakan mengapa PDIP tidak menolak atau menghambat berdirinya KAMI.
Ia mengatakan, pemerintah membiarkan KAMI berdiri sebagai bukti bahwa pemerintah tidak keberatan mendapat kritikan.
"Pada prinsipnya kami menyambut baik aksi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, sekaligus memberikan bukti zamannya pemerintah PDI Perjuangan, sekaligus zaman pemerintahannya Pak Jokowi bahwa kami tidak alergi akan kritik," papar Arteria.
Arteria mengatakan, meskipun presiden Jokowi sudah mendapat dukungan rakyat, pemerintah masih butuh pengawasan dari berbagai pihak, termasuk dari KAMI.
"Kami masih membutuhkan pressure group, kami masih membutuhkan teman-teman yang bisa melihat dalam prespektif yang berbeda dan kami anggap ini sebagai penguatan pemerintahan," terang dia.
"Makin banyak pengawasan, pemerintahan ini makin disiplin, makin good governance."
Arteria juga enggan mengecap tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI sebagai barisan sakit hati.
"Kami juga tidak menganggap keluarga kami yang ada di KAMI itu merupakan barisan sakit hati," tuturnya.
"Karena kami masih menganggap mereka itu adalah tokoh-tokoh nasional yang maksudnya juga baik melakukan koreksi maupun kritik untuk kebaikan kita semua, ini kan bagian dari demokrasi."
Seperti yang diketahui, sejumlah tokoh besar di Indonesia baru saja mendeklarasikan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta pada Selasa (18/8/2020).
Gerakan itu diklarasikan sejumlah tokoh seperti Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Selain itu banyak pula para pengamat yang bergabung seperti Rocky Gerung, Refly Harun hingga Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu.
• PDIP Bantah Jokowi Anti Kritik, Deklarator KAMI: Adu Konsep Saja Siapa yang Lebih Dipercaya Rakyat
Simak video selengkapnya mulai menit ke-9.40:
Pengamat Politik: Suatu Fenomena Baru
Di sisi lain, dilansir TribunWow.com dari Kompas TV pada Kamis (20/8/2020), Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari membenarkan bahwa KAMI memang banyak berisi tokoh yang selama ini berseberangan dengan pemerintah.
"Ya kalau saya lihat sebetulnya masing-masing sudah jadi 'pengkritik pemerintah' ya semenjak beberapa tahun lalu."
"Kalau dilihat dari kacamata yang lain sebetulnya ya figur seperti Said Didu kemudian Rocky Gerung memang sebelum 2019, sudah katakanlah sering berbeda pendapat dengan pemerintah," ungkap Rocky.
Menurut Qodari bergabungnya orang-orang yang selama ini berseberangan dengan Jokowi merupakan sesuatu yang baru.
"Jadi memang secara pandangnya pemerintahan sekarang ini atau dengan Pak Jokowi memang beda begitu."
"Nah bahwasanya mereka kemudian bergabung menjadi satu itu suatu fenomena baru," lanjutnya.
Meski demikian dirinya belum bisa berkomentar lebih jauh soal bagaimana KAMI di kemudian hari.
"Dan kemudian apakah fenomena, kebersamaan ini menjadi sesuatu yang membuat aksi-aksi pribadi itu menjadi lain itu akan kita tunggu depan," ungkap Qodari.
Walaupun begitu, Qodari merasa bahwa adanya KAMI ini bisa menjadi acuan baru pemerintah dalam menangani masalah.
Bisa jadi ada solusi yang baik didapatkan dari usulan mereka.
"Tapi saya pribadi mlihat memang sekali lagi sebetulnya sejauh berbicara mengenai pilihan-pilihan kebijakan akan sangat bagus."
"Pemerintah ya harus dimanfaatkan, karena pemerintah tidak selalu bisa melihat opsi yang terbaik, barangkali opsi terbaik itu datang dari teman-teman di KAMI gitu,"pungkasnya.
• Soal Gerakan KAMI yang Dideklarasikan Din Syamsuddin, Sejarawan: Tak Usah Ditanggapi Terlalu Jauh
Lihat videonya mulai menit ke-7:35:
(TribunWow.com/Anung/Gipty)