Breaking News:

Terkini Nasional

Adian Napitupulu Sebut KAMI yang Dideklarasikan oleh Din Syamsudin Bisa Jadi Gerakan Politik

Politisi PDIP, Adian Napitupulu mengkritisi struktur organisasi KAMI. Menurutnya dalam organisasi tersebut anggota tidak memiliki kewenangan

Tribunnews.com/ Gita Irawan
Politisi Adian Napitupulu seusai diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (19/1/2020). Politisi PDIP, Adian Napitupulu mengkritisi struktur organisasi KAMI. 

TRIBUNWOW.COM  - Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo, Profesor Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/08/2020).

Din Syamsuddin yang ditunjuk sebagai Presidium KAMI menegaskan koalisi ini merupakan gerakan moral.

Sementara itu, Politisi PDIP, Adian Napitupulu mengkritisi struktur organisasi KAMI.

Sejak 2017 Diam Saja, Gatot Nurmantyo Ungkap Masalah yang Buatnya Bersuara: Ini Buat Saya Terkejut

Menurutnya dalam organisasi tersebut anggota tidak memiliki kewenangan berbicara atas nama organisasi.

"Sudah dijelaskan dalam jati diri poin kelima tidak boleh seorangpun berbicara ketika tidak berbicara atas nama KAMI ketika tidak melalui Dewan Deklalator," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Selasa (18/8/2020).

Hal tesebut diungkapkan Adian dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Aiman selaku pembawa acara menanyakan ke Adian tentang bahaya dari struktur organisasi KAMI.

"Ini organisasi apa, organisasi ini sudah membelengu para anggotanya untuk menyikapi  situasi ini.  Mereka bergabung dalam organisasi tapi pernyataannya pernyataan pribadi nantinya."

"Inikan mengganggu kerja mereka, diatur koridornya. Selama dalam koridor itu harusnya bisa berbicara atas nama KAMI," ungkap anggota DPR RI ini.

Menurutnya mekanisme bersuara di KAMI terlalu rumit karena ada Dewan Deklalator dan Presidium.

"Kedua terlalu rumit. Ada Dewan Deklalator kemudian dipimpin oleh presidium. Presidium bisa mempresentasikan wilayah. Jangan sampai Presiduim hanya mempresentasikan dirinya saja dan pernyataannya," imbuhnya.

Di ILC, Masinton Pasaribu Jawab Tudingan Ada Persekongkolan Pemerintah dengan Parlemen soal Covid-19

Aktivis 1998 ini menilai organisasi KAMI rentan persoalan internal dan tidak bisa bergerak cepat.

Ia juga menganggap organisasi KAMI akan menjadi gerakan politik jika mekanismenya seperti ini.

Sejumlah tokoh saat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020). Acara tersebut dihadiri para akademisi serta tokoh bangsa seperti Said Didu, Refly Harun, Rocky Gerung, hingga mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Deklarasi ini diselenggarkan karena pemerintah dianggap belum dapat memenuhi seluruh hak konstitusional masyarakat Yaitu melindungi, mencerdaskan hingga mensejahterakan bangsa Indonesia. Tribunnews/Jeprima
Sejumlah tokoh saat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020). Acara tersebut dihadiri para akademisi serta tokoh bangsa seperti Said Didu, Refly Harun, Rocky Gerung, hingga mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Deklarasi ini diselenggarkan karena pemerintah dianggap belum dapat memenuhi seluruh hak konstitusional masyarakat Yaitu melindungi, mencerdaskan hingga mensejahterakan bangsa Indonesia. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Kalau gerakan moral dia akan terbuka terhadap ide dan kritik."

"Kalau tergantung pada mekanisme Dewan Deklalator sebagai pagarnya ini akan menjadi gerakan politik. Karena ada patronnya," ungkap pria 49 tahun ini.

Adian menambahkan gerakan KAMI kurang relevan jika dikatakan sebagai gerakan moral.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
KAMIDin SyamsuddinAdian Napitupulu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved