Breaking News:

Terkini Daerah

Hal Janggal sebelum Kepala Dinas di Tanggamus Tewas di Toilet, Rekan Korban: Kakinya Goyang-goyang

Rekan korban sempat melihat gelagat tak biasa pada diri Mairosa, sebelum yang bersangkutan ditemukan tewas di toilet.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison saat ditemui di RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, seusai mengantarkan Mairosa, Senin (17/8/2020). Kadis Perdagangan Tanggamus Diperkirakan 1 Jam Berada di Toilet Seusai Ikut Upacara Bendera. 

TRIBUNWOW.COM - Mairosa, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tanggamus, disebut meninggal akibat serangan jantung.

Sebelumnya, korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri seusai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan RI.

Rekan korban mengaku sempat melihat keanehan pada diri korban, saat Mairosa mengikuti upacara.

Jenazah almarhum Mairosa dibawa ke Bandar Lampung dari RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Senin (17/8/2020). RSUD Batin Mangunang Simpulkan Kadisdag Tanggamus Meninggal karena Serangan Jantung.
Jenazah almarhum Mairosa dibawa ke Bandar Lampung dari RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Senin (17/8/2020). RSUD Batin Mangunang Simpulkan Kadisdag Tanggamus Meninggal karena Serangan Jantung. (Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

ASN Tanggamus Meninggal di Toilet seusai Upacara, sang Istri Ungkap Keluhan Terakhir Korban

Dikutip dari Tribunlampung.co.id, Senin (17/8/2020), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tanggamus Edison mengatakan, ia sempat melihat korban tak kuat berdiri saat upacara berlangsung.

"Saya sempat tanya, kenapa kakinya goyang-goyang, ini masih upacara, jangan goyang-goyang."

"Terus dia (Mairosa) jawab, lagi sakit," ujar Edison, Senin (17/8/2020).

Edison sendiri menyadari bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit serangan jantung.

"Kami sering bersama, sering bercanda dan ketawa-ketawa. Beliau memang punya riwayat penyakit jantung, dan saya yakin itu (serangan jantung) yang menyebabkan meninggal," kata Edison.

Diam di Toilet 1 Jam

Edison sendiri merupakan orang yang pertama kali menemukan keberadaan Mairosa ynag tergeletak tak sadarkan diri di toilet.

Kecurigaan muncul karena pintu toilet terkunci dalam waktu yang lama.

Diperkirakan selama satu jam Mairosa tidak kunjung keluar dari toilet.

Edison mengatakan, dirinya dan Mairosa masuk ke toilet pada waktu yang bersamaan.

Setelah keluar dari toilet, Edison langsung berangkat ke acara selanjutnya yakni tabur bunga di makam pahlawan.

Dirinya tidak mengira Mairosa masih di dalam toilet.

Kemudian sepulang dari makam pahlawan Edison mendapati toilet yang dimasuki Mairosa masih dalam kondisi terkunci.

"Jadi Mairosa dari awal mau berangkat ke makam sampai saya kembali dari makam belum keluar dari toilet, padahal kegiatan di makam tadi ada sekira satu jam," terang Edison. 

"Saya curiga pintu toilet masih terkunci, tadi di dalam ada Mairosa. Lalu saya minta pegawai untuk melihat dari atas, ternyata benar Mairosa," ujar Edison, Senin (17/8/2020).

Setelah melihat Mairosa tergelatak tak sadarkan diri, Edison bersama para ASN lainnya berusaha menyelamatkan Mairosa.

Mairosa saat itu langsung dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang ketika berhasil dikeluarkan dari kamar mandi.

Namun berdasarkan hasil pengecekan dokter, Mairosa diketahui sudah meninggal dunia sejak tergeletak di kamar mandi.

Dugaan serangan jantung diperkuat dari riwayat kesehatan korban yang memang menderita penyakit jantung.

"Kalau berdasarkan cerita rekan almarhum, sebelumnya tidak sadarkan diri, lalu ada riwayat jantung juga. Jadi kemungkinan serangan jantung," ujar dr. Mirza, Senin (17/8/2020).

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tanggamus Ishak mengatakan, korban tidak pernah menunjukkan gejala-gejala sakit dan nampak sehat seperti orang pada umumnya.

"Selama ini beliau sehat-sehat saja tidak kelihatan sakit, bekerja biasa dan kondisinya juga normal," kata Ishak, Senin (17/8/2020).

Cerita Ishak dibenarkan oleh Edison yang juga tak melihat ada keanehan pada diri Mairosa.

"Kalau secara kondisi sebenarnya bagus, tetap bisa kerja, kami bercanda, ngobrol. Kalau saya dengan dia memang akrab biasa bareng-bareng," kata Edison.

Pelaku yang Sodomi 20 Anak SD di Kapuas Ternyata Korban Kasus Serupa, Kapolres: Dia Merasa Ketagihan

Kronologi Pria di Ponorogo Nekat Bacok Tetangganya, Berawal dari Foto Istri Pelaku yang Diedit

Pernah Mengeluh Sakit di Punggung

Istri Mairosa, Sri Hardiyanti mengaku bahwa korban pernah mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya namun sudah sembuh.

Dikutip dari TribunLampung.co.id, saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, Senin (17/8/2020), kesedihan mendalam tergambar jelas dari raut wajah Sri.

Dengan mata berair karena tangis, ia menyambut para pelayat yang datang untuk melayat suaminya yang meninggal di usia ke-54 itu.

"Mohon doanya ya, Ibu. Mohon dimaafkan kalau Bapak ada salah. Terima kasih semuanya," ucap Sri sambil memeluk kerabatnya tersebut.

Sebelum sang suami meninggal secara mendadak di toilet, Sri mengaku tak ada perubahan yang aneh pada korban.

"Beliau berangkat kantor seperti biasa. Gak ada sakit, gak ada apa. Katanya beliau ahbis upacara ke kamar mandi, jatuh tidak keluar-keluar," terangnya.

Sri mengiyakan bahwa sebelum korban meninggal, suaminya itu pernah mengeluhkan sakit di punggung.

"Beliau sempat mengeluh sakit punggungnya. Sudah saya pijit, sudah sembuh," pungkas Sri. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari tribunlampung.co.id dengan judul RSUD Batin Mangunang Simpulkan Kadisdag Tanggamus Meninggal karena Serangan Jantung dan Cerita Istri Kadisdag Tanggamus, Mairosa Sempat Minta Dipijat karena Nyeri di Punggung

Tags:
Serangan JantungTanggamusUpacara bendera
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved