Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Dugaan Pemalsuan Identitas Pendukung, Penantang Gibran di Pilkada Solo 'Bajo' Dilaporkan ke Bawaslu

Jelang Pilkada Solo 2020, pasangan calon (bapaslon) Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) diterpa kabar tidak mengenakkan.

Youtube/Official iNews
Treno Subayo, salah seorang pelapor pasangan Bajo, terkait pemalsuan identitas dukungan di Pilkada Solo 2020, dalam tayangan Youtube Official iNews, Senin (17/8/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Jelang Pilkada Solo 2020, pasangan calon (bapaslon) Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) diterpa kabar tidak mengenakkan.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan YouTube Official iNews, Senin (17/8/2020), pasangan Bajo diduga melakukan pemalsuan identitas dukungan sebagai syarat untuk maju melalui jalur independen atau non partai.

Atau dengan artian pasangan Bajo menggunkan identitas tanpa mendapatkan izin dari pemilik aslinya.

Pasangan bakal calon perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) saat menjawab pertanyaan sejumlah pewarta.
Pasangan bakal calon perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) saat menjawab pertanyaan sejumlah pewarta. (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI)

Dituding Calon Settingan di Pilkada Solo 2020, Pasangan Bajo Buka Suara: Kan Harusnya Lucu Toh

Pilkada Solo 2020: Refly Harun Lebih Pilih Gibran Lawan Kotak Kosong daripada Lawan Calon Boneka

Atas dugaan tersebut, pasangan Bajo dilaporkan oleh ke tiga orang ke Tim Advokasi Paguyuban Warga Solo yang kemudian diteruskan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut Tim Advokasi Paguyuban Warga Solo, Sigit N Sudibyanto mengatakan sejauh ini ada tiga identitas warga yang dipalsukan.

Ketiganya berasal dari daerah yang berbeda-beda.

Yakni dari kelurahan Mojosongo, Kelurahan Pajang dan Kelurahan Laweyan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, dirinya mengaku akan mencoba melakukan penelusuran dengan menanyakan langsung kepada pemilik identitas yang bersangkutan.

Selain itu, dirinya mengatakan akan membuka dan menerima semua pengaduan dari masyarakat Kota Solo jika kemungkinan ada pelanggaran-pelanggaran lainnya terkait kontestasi Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Tidak hanya dari pasangan Bajo, melainkan juga untuk pasangan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa.

"Kita fokus untuk yang ini dulu, nanti mungkin ada temuan-temuan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon yang lain, kita akan tetap telusuri sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Sigit.

FX Hadi Rudyatmo Optimis Kemenangan Gibran 80 Persen dan akan Ukir Sejarah di Pilkada Solo 2020

Sementara itu menurut pengakuan langsung dari salah seorang pelapor, Treno Subayo mengaku merasa dirugikan.

Ia mengatakan tercatat sebagai pendukung Bajo, padahal diakuinya tidak demikian.

Treno mengaku tidak pernah memberikan foto kopi KTP maupun tanda tangannya sebagai bukti mendukung pasangan yang diketahui berprofesi sebagai Ketua RW dan tukang jahit tersebut.

"Kenapa saya melaporkan ke PWSPP ini karena saya merasa dirugikan dengan pemalsuan dukungan saya kepada Bajo," jelas Treno.

Simak video lengkapnya:

Jawab Tudingan sebagai Calon Settingan

Pilkada Solo 2020 menjadi kontestasi pemilihan kepala daerah yang paling mendapatkan sorotan.

Kondisi tersebut tidak lepas dari majunya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan Teguh Prakosa.

Banyak isu-isu yang muncul di Pilkada Solo 2020, selain peluang Gibran melawan kotak kosong hingga tudingan adanya calon settingan.

Muncul Gerakan Kotak Kosong Lawan Gibran, Refly Harun: Capek-capek Buat Pilkada Langsung, Aneh

Dilansir TribunWow.com, tudingan tersebut secara tidak langsung ditujukkan kepada bakal pasangan calon (bapaslon) Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo).

Maju melalui jalur independen dan sedang berjuang menyelesaikan persyaratannya pada KPUD Kota Solo, pasangan Bajo dinilai sebagai calon yang lemah.

Keduanya dinilai tidak akan menyulitkan pasangan dari Gibran untuk memenangkan Pilkada Solo 2020.

Oleh karenanya, banyak anggapan miring yang menyudutkan pasangan Bajo sebagai calon settingan dengan harapan tidak hanya ada pasangan tunggal sehingga tidak terjadinya perlawanan dengan kotak kosong.

Menanggapi hal itu, bakal calon wali kota Solo, Bagyo Wahyono menilai bahwa tudingan tersebut lucu.

Dirinya menambahkan dengan statusnya yang hanya seorang tukang jahit, termasuk juga pasangannya yang seorang ketua RW tidak pantas disebut sebagai settingan.

Bagyo Wahyono mengaku tidak gentar meski nantinya akan menghadapi pasangan Gibran, meski disebut sebagai calon kuat lantaran didukung oleh banyak partai politik di Solo, termasuk PDI Perjuangan (PDIP) sendiri yang menjadi partai pengusung.

 Partai Istana Bondong-bondong Dukung Gibran di Pilkada Solo, Refly Harun: PKS Tidak Bisa Apa-apa

"Masalah settingan kan harusnya lucu toh. Kita dianggap settingan," ujar Bagyo Wahyono seperti dikutip dari tayangan YouTube iNews.

"Kalau settingan kan partai dengan partai bukan dengan wong RT RW sama penjahit, malah enggak menjatuhkan wibawa mereka yang sudah punya," jelasnya.

Menurutnya yang pantas untuk melakukan settingan justru mereka yang memiliki partai politik, bukan malah disematkan kepada dirinya yang sedang berjuang dari jalur independen.

"Besar, kalau hanya nyetting dengan RW RT lucu lah," katanya.

"Cerdas lah kita. Kita wong cilik kok mas, kalau nyetting ya sama yang punya partai besar lah," pungkasnya.

Simak video lengkapnya:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Pilkada Serentak 2020Gibran Rakabuming RakaPilkada Solo
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved