Terkini Nasional
212 Berhenti Dukung Prabowo, Pengamat Politik: PA 212 Patut Kecewa, Sering Dianggap Penumpang Gelap
Presidium Alumni 212 menyatakan deklarasi untuk berhenti mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
"Karena pada saat yang bersamaan dan Ridwan Kamil tidak langsung melesat tapi trennya naik,' kata dia.
• Bahas Kemungkinan Prabowo Maju di Pilpres 2024, Pengamat Ungkap Kemungkinan Koalisi Gerindra - PDIP
Lihat videonya mulai menit ke-5:15:
Alasan 212 Tidak Dukung Prabowo Lagi
Presidium Alumni 212 atau akrab dikenal dengan nama PA 212 adalah satu dari beberapa kelompok pendukung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada masa Pemilihan Presiden tahun 2019 lalu.
PA 212 terkenal santer menyuarakan dukungannya terhadap paslon Prabowo dan Sandiaga Uno.
Namun pada masa Pilpres 2024 nanti, PA 212 resmi menyatakan tak akan lagi mendukung Prabowo jika Ketua Umum Partai Gerindra itu maju mencalonkan diri sebagai presiden.

• Bahas Kemungkinan Prabowo Maju di Pilpres 2024, Pengamat Ungkap Kemungkinan Koalisi Gerindra - PDIP
Dikutip dari YouTube Kompastv, Senin (10/8/2020), pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketum PA 212 Slamet Maarif.
"Bagi kami PA 212 urusan dukungan terhadap Pak Prabowo dan Mas Sandiaga Uno adalah karena adanya ijtima ulama I dan II untuk capres dan cawapres 2019," ujar Maarif.
Maarif menegaskan berakhirnya masa pilpres 2019 lalu berarti menandakan selesainya dukungan PA 212 terhadap Prabowo.
"Kan sudah selesai, sudah finish, maka urusan kami dengan Pak Prabowo, dukungan kami terhadap Pak Prabowo ya sudah selesai," kata dia.
"Karena sudah selesai Pilpresnya."
Di kesempatan yang sama, Maarif juga menyindir halus Prabowo agar memberikan ruang bagi para generasi muda untuk bertarung di Pilpres 2024 nanti.
"Ke depan saya pikir, jika Pak Prabowo seorang negarawan dan memiliki etika politik. Pasti tidak akan menutup pintu untuk generasi muda memimpin bangsa ini," ujar Maarif.
"Saya yakin Beliau akan membuka peluang yang lebar untuk generasi muda, anak-anak bangsa yang masih muda untuk memimpin negeri ini," lanjutnya.
Maarif berharap pada tahun 2024 nanti, Pilpres akan diisi oleh para generasi muda.