Breaking News:

Terkini Daerah

Pengakuan Tersangka Kasus Fetish Kain Jarik, Sebut Tertarik secara Seksual dengan Orang Berselimut

Gilang, eks mahasiswa Unair yang viral karena fetish kain jarik, mengaku mengidap kelainan sejak kecil.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Channel YouTube Kompas TV
Sosok Gilang pelaku fetish kain jarik 

TRIBUNWOW.COM - Gilang, eks mahasiswa Unair yang viral karena fetish kain jarik, mengaku mengidap kelainan sejak kecil.

Hal ini dikatakan oleh Kapolrestabes Kapuas, AKBP Manang Soebeti saat melakukan penangkapan di Kalimantan Tengah.

Kata dia, sejak kecil Gilang tertarik secara seksual dengan orang berselimut atau bungkus kain.

Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan sosok Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang terkait 'fetish bungkus kain jarik'.
Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan sosok Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang terkait 'fetish bungkus kain jarik'. (Kolase (YouTube SURYAtv - Indonesian Latest News Videos) dan (YouTube official iNews))

Hal itu terungkap saat polisi melakukan interogasi.

"Di Polres kami sempat interogasi yang bersangkutan," katanya, Jumat, (7/8/2020) saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

"Memang dia sejak kecil merasa tertarik kalau ada orang yang dibungkus dan pakai selimut tertutup dari kepala sampai kaki," imbuhnya.

Manang mengatakan, Gilang memperdaya atau mengarahkan teman-temannya membungkus diri sejak kuliah. Ia ogah menjelaskan rinci soal itu karena Polres Kapuas hanya membantu mengamankan.

"Orang tuanya juga tahu perilakunya sejak kuliah," pungkasnya.

Tersangka Kasus Fetish Kain Jarik Ditangkap, Keluarga Akui G Punya Kelainan Hasrat sejak Kecil

Pengakuan Keluarga G

Tersangka fetish kain jarik berinisial G diketahui berada di Kalimantan Tengah, sejak akhir bulan Maret 2020 lalu.

Keberadaannya di Kalteng ini awalnya diduga melarikan diri.

Akan tetapi dipatahkan oleh Kapolrestabes Kapuas, Kalimantan Tengah, AKBP Manang Soebeti.

"Dia pulang kampung karena masa pandemi dan tidak ada perkuliahan," kata mantan Kapolsek Sawahan, Surabaya itu melalui telepon seluler, Jumat (7/8/2020).

Masih kata Manang, saat penangkapan di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, keluarga pun mengakui bahwa G mengalami kelainan hasrat sejak kecil.

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku G Ditangkap di Kapuas dan Langsung Dibawa ke Mapolrestabes Surabaya

"Ada ketertarikan seksual dengan sesama jenis dan merasa tertarik dengan pembungkusan dari kepala sampai kaki," tambahnya.

Manang menyebutkan, bahwa pihaknya mengetahui keberadaan pelaku fetish jarik ini sejak tanggal 2 Agustus. Kemudian, pada tanggal 5 Agustus pihak Polrestabes Surabaya menetapkan G menjadi tersangka.

"Lalu esoknya pada tanggal 6 Agustus 2020, kami tangkap. Dia (G) mengakui juga kelainan yang diidapnya," imbuh Manang.

Kepolisian pun telah membawa G ke Surabaya sejak Jumat (7/8/2020) pagi tadi.

Ditangkap di Kapuas

Terduga pelaku pelecehen fetish kain jarik berinisial G ditangkap di Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Kamis (6/8/2020).

G diduga kabur usai dilaporkan ke polisi soal dugaan pelecehan terhadap sejumlah mahasiswa di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Menurut polisi, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polda Kalteng dan Polres Kapuas.

Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan sosok Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang terkait 'fetish bungkus kain jarik'.
Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan sosok Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang terkait 'fetish bungkus kain jarik'. (Kolase (YouTube SURYAtv - Indonesian Latest News Videos) dan (YouTube official iNews))

Setelah tertangkap, G segera diterbangkan ke Surabaya untuk menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.

"Tadi pagi diterbangkan ke Surabaya. Pukul 11 siang tadi sudah sampai di Mapolrestabes Surabaya," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arif Risky.

Sebelum dibawa ke Surabaya, menurut Aris, G juga jalani rapid test di RSUD Kapuas dan hasilnya non reaktif.

Gilang Bungkus Pelaku Fetish Kain Jarik Akhirnya Ditangkap di Kalteng, Pasrah saat Polisi Datang

Ada tiga laporan diterima polisi

Seperti diketahui, sejak kasus dugaan pelecehan berkedok riset itu mencuat, polisi telah menerima tiga laporan dari korban.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan di indekos dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Sementara itu, pihak keluarga G keluarga mengaku menyesalkan atas perbuatan G tersebut.

"(Hasil rapat klarifikasi) tidak dapat disampaikan secara terbuka. Intinya keluarga menyesalkan atas apa yang sudah dilakukan oleh puteranya," kata Wakil Dekan I FIB Unair Puji Karyanto, Selasa (4/8/2020).

Status mahasiswa dicopot

Puji menjelaskan, pihak kampus telah mengambil sikap dengan mencopot status mahasiswa terduga pelaku G.

G dianggap telah melanggar kode etik mahasiswa dan mencoreng nama baik Unair.

Seperti diberitakan sebelumnya, G tercatat sebagai mahasiswa semester 10 Fakultas Ilmu dan Budaya.

G diduga melecehkan korbannya dengan bungkus kain jarik melilit badan itu diketahui setelah salah satu korban mengungkapnya ke publik.

Hal itu terungkap setelah salah satu korban membuat utas di media sosial Twitter pada Kamis (30/7/2020).

(Surya.co.id/Samsul Arifin) dan (Kompas.com/Achmad Faizal)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Diinterogasi Polisi, Gilang 'Bungkus' Mengaku Tertarik Secara Seksual Pada Orang Terbungkus Kain , Keluarga Sebut Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Memang Mengalami Kelainan Hasrat Sejak Kecil dan Kompas.com dengan judul "Update Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditangkap di Kapuas dan Status Mahasiswa Dicopot"

Sumber: Surya
Tags:
FetishFetish Kain JarikGilang
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved