HUT Kemerdekaan RI
Fakta soal Kemerdekaan RI: Bendera Merah Putih Pertama Kali Berkibar di Padang pada 21 Agustus 1945
Pada Tanggal 21 Agustus 1945 bendera merah putih berkibar pertama kali di Kota Padang, Sumatera Barat.
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pada Tanggal 21 Agustus 1945 bendera merah putih berkibar pertama kali di Kota Padang, Sumatera Barat.
Ketika itu merah putih berkibar di Gedung Joang '45 atau Gedung Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) yang terletak di Jalan Pasar Mudik Nomor 50, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.
Setelah pemuda berhasil mengibarkan bendera merah putih di gedung tersebut, pemuda yang dipimpin oleh Ismael Lengah kembali bertekad mengibarkan bendera merah putih di Balai Kota Padang (lama).
Pengelola Galeri Arsip Statis Marshalleh Adaz mengatakan Balai Kota Padang saat itu masih dikuasai oleh Jepang.
• 15 Ucapan HUT ke-75 RI, Bagikan di Hari Kemerdekaan Lewat WhatsApp, Instagram, atau Facebook

"Para pemuda melihat di Balai Kota, pasukan Jepang dalam posisi siaga. Padahal dia sudah kalah. Penjajah masih berkuasa karena mereka menjaga gengsi," kata Marshalleh Adaz.
Kemudian muncul gagasan untuk menaikkan bendera di kantor polisi Jepang (Polresta Padang).
Kantor ini bersebelahan dengan Balai Kota Padang (gedung Kantor Wali Kota Padang yang lama).
Rencananya bendera akan dinaikkan di halaman kantor polisi.
Menaikkan bendera tidak mudah. Pemuda harus menurunkan bendera Jepang yang sedang berkibar terlebih dahulu.
• Upacara 17 Agustus Tetap Digelar, Bupati Ciamis: Hanya 3 Orang Petugas Pembawa dan Pengibar Bendera
Polisi Jepang Berjaga-jaga
Ismael Lengah yang memimpin tugas mengutus beberapa anggota Gyu Gun untuk menyampaikan maksud dan tujuan untuk menaikkan bendera.
Akhirnya, anggota tersebut menyampaikan maksud dan tujuan untuk menaikkan bendera.
Ketika itu, dua orang anggota polisi Jepang menolak.
Mereka beralasan, jika disetujui tentu merembet ke tempat lain dan semakin mempersempit ruang gerak Jepang yang sudah kalah perang.
Namun, dua inspektur polisi Jepang akhirnya mendorong polisi Jepang asli agar menyetujui.

Akhirnya menjelang tengah hari melalui dialog yang cukup alot 29 Agustus 1945 penaikkan bendera berhasil dilakukan dengan suatu upacara yang khidmat.
Berdasarkan penjelasan Marshalleh Adaz, saat itu tidak ada iringan lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Teks Proklamasi.
"Suasana sunyi ketika bendera dinaikkan," katanya.