Viral Medsos

Kata Psikolog soal Kasus Gilang 'Fetish Kain Jarik': Kemungkinan Ada Penyimpangan Lain

Psikolog Klinis Forensik A Kasandra Putranto angkat bicara soal kasus seorang pemuda bernama Gilang, orang yang memiliki fetish kain jarik.

YouTube SURYAtv - Indonesian Latest News Videos
Korban dari sosok viral Gilang (G) yang gemar membungkus pria dengan kain jarik mengungkap kesaksiannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Psikolog Klinis Forensik A Kasandra Putranto angkat bicara soal kasus seorang pemuda bernama Gilang yang kini tengah ramai diperbincangkan lantaran diduga memliliki fetish terhadap orang yang dibungkus kain jarik.

Dilansir TribunnewsBogor.com, Kasandra Putranto justru merasa ragu kalau apa yang dilakukan oleh Gilang itu dikarenakan fetish kain jarik.

Ia justru menduga adanya penyimpangan lain dan bukan merupakan fetish.

Psikolog Kasandra Putranto membahas kasus Gilang 'Bungkus' yang diduga memiliki fetish terhadap kain jarik, dalam Metro Hari Ini, Jumat (31/7/2020).
Psikolog Kasandra Putranto membahas kasus Gilang 'Bungkus' yang diduga memiliki fetish terhadap kain jarik, dalam Metro Hari Ini, Jumat (31/7/2020). (Capture YouTube Metro TV News)

Psikolog Ragu Gilang Fetish Kain Jarik, Nilai Kemungkinan Penyimpangan Lain: Tidak Konsisten Gitu

Dikutip dari Youtube tvOneNews, Sabtu (1/8/2020), Kasandra Putranto awalnya menjelaskan terlebih dahulu apa itu fetish.

"Fetish itu adalah gangguan atau penyimpangan seksual di mana seseorang mencari pemuasan kebutuhan dari benda-benda mati dan bagian tubuh yang non alat reproduksi, bisa jadi itu kaki, tangan, kuku, jempol. Tapi bukan bagian yang biasanya dan wajarnya orang-orang lain secara normal misalnya," jelas dia.

Selain bagian tubuh lain, bisa juga kepada benda mati, misalnya sepatu, sendal, baju, bagian baju dalam dan sebagainya.

"Nah pertanyaannya adalah, apakah kasus ini adalah kasus fetish? Menurut saya justru patut diragukan karena kebanyakan justru belum memeriksa yang bersangkutan dan justru melibatkan komentar-komentar, pendapat-pendapat yang belum bisa dibuktikan kebenarannya," tutur Kasandra Putranto.

Ia pun menyebut bahwa kasus ini baru bisa dikatakan fetish kain jarik jika sudah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada pelaku paling tidak.

"Apabila ternyata belum ditemukan, kemudian mungkin juga bisa dilakukan pemeriksaan terhadap korban," tambahnya.

Nah korban inilah yang menurutnya harus dilihat, apa saja yang sudah pernah dilakukan oleh pelaku terhadapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved