Terkini Daerah

Alasan Sepele Warga di Ponorogo Buat Tembok Kurung Rumah Tetangga, Gara-gara Sering Injak Tahi Ayam

Kerap menginjak tahi ayam membuat M emosi dan memutuskan untuk memblokir rumah tetangganya sendiri lewat tembok setinggi satu meter yang ia bangun.

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Ayam Burgo khas Provinsi Bengkulu dipamerkan dalam gelaran Bengkulu Expo 2017 di Kota Bengkulu, Kamis (17/11/2016). Ayam Burgo merupakan hasil perkawinan silang antara Ayam Hutan Merah dan Ayam Kampung. Terbaru, ilustrasi ayam peliharaan Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 

TRIBUNWOW.COM - Hanya karena alasan sepele, M seorang warga di Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tega mengurung rumah tetangganya sendiri.

Lewat tembok setinggi satu meter yang ia bangun, M memblokir akses masuk rumah milik Wisnu Widodo sejak tahun 2016 silam.

Semua berawal ketika M kerap menginjak kotoran (tahi) ayam yang dipelihara oleh Wisnu saat dirinya melewati rumah Wisnu.

Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok.
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok. (KOMPAS.COM/MITA)

Depan Rumah Wisnu Dibangun Tembok oleh Tetangga Gara-gara Kotoran Ayam, Ini Penjelasan Kepala Desa

Viral TikTok Curhat Mahasiswi Bingung Hamil 7 Bulan Bayi Kembar, Hidup Ngekos dan Ditinggal Pacar

Dikutip dari SURYA.co.id, Sabtu (25/7/2020), akibat adanya tembok tersebut Wisnu kini harus memanjat agar bisa masuk ke rumah miliknya.

Wisnu bahkan secara khusus menyediakan sebuah kursi di dekat tembok tersebut sebagai alat bantu keluar masuk rumahnya sendiri.

Kepala Desa Gandukepuh, Suroso mengatakan bahwa M tersulut emosi lantaran sering menginjak tahi ayam yang berada di jalan depan rumah Wisnu.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso, Kepala Desa Gandukepuh.

Seusai ditembok oleh M dan suaminya, Wisnu mengakui kesulitan untuk keluar masuk rumah.

Meskipun ada jalur alternatif untuk masuk rumah, Wisnu tetap merasa tak nyaman sebab jalur alternatif yang ada hanya selebar badan orang dewasa.

Suroso menceritakan bahwa pertikaian antara Wisnu dan M sudah sampai ke ranah pengadilan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved