Pilkada Serentak 2020
Dicecar ICW sampai Pengamat Politik soal Gibran Maju Pilkada Solo, Pro-Jokowi: Itu Kan Sinis
Ketua organisasi Pro-Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menjawab pertanyaan Koordinator ICW Donal Fariz dan pengamat politik Hurriyah.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Menurut dia, tidak masalah jika Gibran baru mengajukan diri dalam politik setelah Jokowi selesai memimpin demi menghindari isu dinasti politik.
"Mungkin kalau pakai logika itu, pertanyaannya kenapa harus sekarang? Kenapa enggak nunggu Pak Jokowi selesai 2024?" tanya Hurriyah.
Budi beralasan saat ini momentum yang baik bagi Gibran jika ingin terlibat dalam politik.
Ia juga menyinggung usia Gibran yang masih muda dibandingkan tokoh-tokoh politik pada umumnya, yakni 32 tahun.
"Kenapa sekarang? Politik itu momentum, dalam pengertian ketika terjadi kerinduan terhadap anak muda untuk memimpin Kota Solo, 'kan mesti tanya warga Solo," jelas Budi.
Mendengar hal itu, baik Donal Fariz maupun Hurriyah tertawa.
Budi meminta agar masyarakat memberi kesempatan kepada Gibran untuk membuktikan diri.
"Atau bisa juga momentumnya mumpung ayah lagi berkuasa?" tanya presenter Rosiana Silalahi.
Budi segera memprotes pernyataan tersebut.
"Itu 'kan cynical (sinis)," sahut Budi.
Lihat videonya mulai menit 10:30
Refly Harun: Siapapun yang Lawan Klan Jokowi akan Kalah
Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti majunya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solo 2020.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, diunggah Selasa (21/7/2020).
• Pesan Ganjar Pranowo untuk Gibran Rakabuming: Soliditas Partai Paling Nomor Satu, Dikumpulkan Lagi